Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Korban Terseret Arus Pantai Legian Ditemukan, Saksi Mata Beberkan Kronologinya

I Gede Paramasutha • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:06 WIB
DITEMUKAN: Orlando didapati terdampar di bibir pantai oleh pemasang bendera pandu. Saksi mata beberkan kronologinya.
DITEMUKAN: Orlando didapati terdampar di bibir pantai oleh pemasang bendera pandu. Saksi mata beberkan kronologinya.

BADUNG, BALI EXPRESS - Pencarian terhadap korban terseret arus di Pantai Legian, Kuta, Badung, bernama Orlando, 30, akhirnya membuahkan hasil, pada Selasa (7/5).

Pria asal Kecamatan Pangkur Batu, Kota Medan, Sumatera Utara tersebut didapati terdampar di bibir pantai sekitar pukul 07.00 WITA.

Sayangnya, pria tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kepastian itu disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

Menurut Sukadi, awal mula penemuan itu ketika saksi bernama Ketut Kumba, 22, memasang bendera pandu di pinggir Pantai Legian, sekitar pukul 07.00.

Beberapa saat kemudian, dia melihat korban tergeletak di bibir pantai.

 "Terlihat korban sudah dalam keadaan berwarna biru," ujar Sukadi.

Saksi langsung berpikir bahwa sosok yang terdampar ini adalah korban terseret arus pada Minggu (5/5). Berikutnya, Kumba menghubungi Basarnas Bali dan Polairud Kuta.

Informasi itu juga diteruskan ke keluarga korban untuk memastikan bahwa itu memang Orlando.

"Pihak keluarga memastikan bahwa sosok yang terdampar adalah korban yang tenggelam dua haru sebelumnya," tambahnya.

Setelah dipastikan benar, pihak keluarga menggunakan ambulance sendiri untuk membawa jenazah Orlando ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pria asal Medan Sumatera Utara bernama Orlando dan Parnabolon datang ke Pantai Legian dengan Elfrianti, 30, pukul 14.30 WITA.

Semula mereka datang untuk jalan-jalan dan duduk-duduk di pinggir pantai.

Ketiganya juga sempat makan di sana. Kemudian sekitar pukul 16.30 WITA, Orlando mengajak Parnabolon untuk berenang.

Sementara, Elfrianti yang merupakan istri Parnabolong memilih menunggu di bibir pantai karena takut berenang.

Setelah beberapa saat berenang, kedua pria itu melambaikan tangan dari tengah laut.

Elfrianti yang merupakan istri Parnabolon langsung berteriak minta tolong.

Melihat hal itu, petugas Balawista langsung memberikan pertolongan menggunakan selancar.

Namun sayang, petugas Balawista hanya bisa menyelamatkan Parnabolon. Sedangkan Orlando sudah tidak terlihat.  (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Arus #korban #pantai legian #Terseret #saksi