BALI EXPRESS- Beredarnya rekaman CCTV yang menunjukan detik-detik setelah penganiayaan kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika turut ditanggapi oleh I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK).
Melalui akun media sosialnya, AWK mengunggah capture pemberitaan soal beredarnya detik-detik usai penganiayaan terhadap Putu Satria Ananta Rustika.
Baca Juga: Beredar Rekaman CCTV Mahasiswa STIP Asal Bali Usai Dianiaya Senior, Dibopong Usai Tak Sadarkan Diri
Senator DPD RI terpilih itu meminta agar anak muda Bali melawan jika ada ancaman fisik atau non fisik.
“Intinya mulai saat ini, di manapun anak anak kita Pendidikan dinas, jika ada diskriminasi dan bahaya fisik maka satu kata; LAWAN,” tulis AWK dalam keterangannya dikutip pada Kamis (09/05).
AWK pun berpesan untuk anak-anak muda Bali di manapun, agar menyelamatkan diri dan melawan orang-orang mendzalimi.
“Harga diri orang Bali jangan mau dihina,” tulisnya.
Sebelumnya, Publik kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang menunjukan detik-detik setelah penganiayaan kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika, 19.
Dalam rekaman tersebut, terlihat Putu Satria sudah tidak sadarkan diri saat dibawa keluar dari toilet.
Terlihat Putu keluar dibopong oleh beberapa siswa berseragam STIP.
Posisi Putu sendiri memakai baju olahraga. Kondisi saat itu cukup ramai saat Putu dievakuasi.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan terkait rekaman CCTV tersebut. Pria yang digotong tak sadarkan diri adalah Putu.
"Iya (korban digotong)," kata Gidion kepada wartawan, Rabu (8/5).
Gidion juga membenarkan video CCTV tersebut adalah detik-detik evakuasi Putu setelah dianiaya.
"Iya (setelah dipukul)," jelasnya dikutip dari Jawa Pos.
Editor : Wiwin Meliana