Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MENYEDIHKAN! Tiga Korban Kebakaran di Bali Dimakamkan Setelah Jam 12.00: Made Ari dan Nopik Dikubur di Setra Gede, Putu Gede Agus di Setra Alit

Dian Suryantini • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:26 WIB
Proses pemakaman korban kebakaran di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.
Proses pemakaman korban kebakaran di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Korban kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Sesetan, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu, kini dimakamkan.

Mereka dimakamkan di Setra Adat Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng – kampung halaman ketiga korban.

Para korban merupakan ayah, ibu dan anak. Masing-masing diketahui bernama Made Ari Sanjaya, Nyoman Nopik Mertasari dan Putu Gede Agus yang barus berusia 3 tahun.

Prosesi pemakaman dilakukan di rumah duka, Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Buleleng.

Sejak pagi pihak keluarga tengah sibuk mempersiapkan sarana upacara untuk pemakaman. Sebelum dikubur, jenazah ketiganya dimandikan dengan air cendana. 

Tiga peti mati juga nampak disiapkan untuk membawa korban ke kuburan. Jenazah Putu Gede Agus, ibunya Nyoman Nopik Mertasari, dan ayahnya Made Ari Sanjaya diletakkan dalam peti yang terpisah.

Begitu juga dengan makamnya. Made Ari Sanjaya dan istrinya dikebumikan di Setra Gede Desa Adat Bontihing.

Sedangkan putranya Putu Gede Agus dikebumikan di Setra Alit Desa Adat Bontihing.

Lewat pukul 12.00 wita, Jumat (10/5), para anggota keluarga bersiap menuju kuburan.

Mereka melintasi jalan setapak yang sempit. Secara perlahan mereka melewati pematang sawah.

Puluhan kerabat serta sahabat turut hadir memberikan doa kepada para korban. Isak tangis keluarga juga turut mengiringi perjalanan para korban sampai di kuburan.

Sementara itu, di kuburan beberapa anggota keluarga juga tengah mempersiapkan sarana upacara. Liang kubur juga telah disiapkan. 

Menurut Perbekel Desa Bontihing, Gede Pawata, jenazah para korban akan dimakamkan setelah pukul 12 siang.

Hal itu dilakukan agar tidak mendahului waktu persembahyangan umat hindu pada pukul 12.00 wita. Aturan itu juga sudah tertuang pada awig-awig desa Bontihing.

“Sudah dari dulu seperti itu. Ini sudah turun temurun dilakukan di desa kami dan sudah tertulis dalam awig-awig desa. Jadi kami lakukan sesuai bisama itu. Setelah sembahyang langsung menuju kuburan,” ujarnya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#sesetan #satu keluarga #denpasar #kebakaran #dimakamkan #buleleng