Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Pasutri Korban Kebakaran di Bali: Jemet Ngayah dan Tidak Pilih-pilih Pekerjaan, Made Ari Pintar dan Sederhana, Nopik Ramah dan Bersahaja 

Dian Suryantini • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:36 WIB
Lubang pemakaman korban kebakaran Sesetan Denpasar, Bali di Buleleng.
Lubang pemakaman korban kebakaran Sesetan Denpasar, Bali di Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Made Ari Sanjaya, Nyoman Nopik Mertasari dan putranya yang baru berusia 2 tahun Putu Gede Agus, telah dikebumikan, Jumat (10/5). Ketiga korban kebakaran di Sesetan, Denpasar, Bali itu dimakamkan di Setra Desa Adat Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. 

Selama persiapan prosesi, kerabat serta anggota keluarga lainnya terlihat sibuk.

Sembari mempersiapkan sarana upacara pemakaman, mereka mengenang masa-masa saat bersama Nopik dan Made Ari.

Di keluarganya Made Ari dan Nopik adalah pasangan suami istri (Pasutri) yang penurut.

Sikapnya yang bersahaja membuat keluarga menyayanginya. Terlebih jiwa kerja keras yang dimiliki keduanya membuat keluarganya bangga.

Kasak-kusuk tentang Made Ari dan Nopik tidak saja terkenang oleh keluarganya, melainkan prilakunya di masyarakat juga dielu-elukan.

Menurut Klian Banjar Desa Adat Bontihing, I Nyoman Sutarka, sosok Made Ari sangat bersahaja.

Begitu juga dengan istrinya Nopik yang ramah kepada tetangga. Saat di desa terdapat kegiatan Yadnya, keduanya akan menyempatkan diri untuk pulang dari Denpasar.

Mereka selalu hadir dalam setiap kegiatan di desa.

"Selalu ada. Kalau setiap ada acara di desa mereka selalu ngayah. Kerjanya cepat dan tidak memilih," kata dia saat dijumpai di Setra Adat Bontihing.

Sutarka juga menyebut Made Ari anak yang pintar. Semasa sekolah ia selalu berprestasi dan menduduki ranking 3 besar. Kecerdasannya menurun dari kakak perempuannya. 

"Kakaknya juara 1 terus dulu saat sekolah. Anak ini pintar. Mungkin karena keterbatasan ekonomi, jadinya tamat SMP sudah ke Denpasar untuk kerja," kata dia.

Keluarga Made Ari juga sangat sederhana dan bersahaja. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani yang berupaya memenuhi kebutuhan pokok keluarga. 

"Baik-baik sekali keluarganya. Bukan saya membesarkan atau terlalu menyanjung, tapi kenyataannya seperti itu. Bapaknya polos sekali. Saudara-saudaranya baik dan ramah juga," ungkapnya. ***

Baca Juga: BOLEH PERCAYA, BOLEH TIDAK! 3 Rekomendasi Tempat Memohon Keturunan di Bali: Ada Pura dan Tempat Melukat 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #sesetan #denpasar #kebakaran #buleleng