Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bayi yang Dibuang di Bali Itu Diberi Nama Hamzah Harim: Lahir dan Meninggal 8 Mei, Ada Pesan Khusus dari Si Pembuang

I Gede Paramasutha • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:47 WIB

Mayat bayi terbungkus kain sarung dalam tas dibuang di bak mobil pikap di Denpasar, Bali.
Mayat bayi terbungkus kain sarung dalam tas dibuang di bak mobil pikap di Denpasar, Bali.
 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus penemuan mayat bayi laki-laki di dalam tas mencurigakan di Jalan Pura Duwe, Banjar Batu Bolong, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Bali, pada Jumat (10/5) masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Yang tak terduga, pelaku yang diduga orang tua bayi itu meninggalkan sebuah pesan dan juga uang.

Pesan tersebut ditulis dalam secarik kertas dan uang yang dia tinggalkan berjumlah Rp 1 juta.

Pesan Haru dari Orang Tua Bayi

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Gede Ardana, pesan itu berisi informasi mengenai identitas bayi dan sejumlah permintaan dari si pelaku kepada pihak yang menemukan jenazah sang anak.

Baca Juga: SELAMAT JALAN RIO! Pengabenan Putu Satria Ananta Rustika Berlangsung Haru

Tertulis bahwa bayi tersebut bernama Hamzah Harim, lahir pada 8 Mei 2024 dan wafat pada hari itu juga.

Pelaku meminta maaf atas tindakannya dan memohon agar bayi yang diakui sebagai anaknya dimakamkan dengan syariat Islam.

"Sebelumnya maafkan saya yang tidak bertanggung jawab ini, saya mohon dan minta tolong untuk kuburkan anak saya dengan layak sesuai dengan syariat islam. Saya ingin anak saya mendapatkan tempat yang layak di surganya allah SWT," tulis pelaku.

Orang yang identitasnya masih misterius tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang mau menolong dan menyampaikan bahwa uang Rp 1 juta yang dia tinggalkan untuk membiayai pemakaman sang anak.

"Sekali lagi terimakasih sudah menolong saya, saya percaya dengan yayasan ini akan melakukan yang terbaik. Satu lagi, saya hanya bisa membiayai pemakaman anak saya. Semoga biaya ini cukup untuk proses pemakaman anak saya. Saya titip anak saya berikan pemakaman yang layak. Terimakasih yang sebesar-besarnya!!!" lanjutnya.

Baca Juga: Sosok Pasutri Korban Kebakaran di Bali: Jemet Ngayah dan Tidak Pilih-pilih Pekerjaan, Made Ari Pintar dan Sederhana, Nopik Ramah dan Bersahaja 

Terakhir dalam pesan itu, pelaku meminta agar anaknya dimakamkan di Pemakaman Muslim Wanasari Jalam Maruti Nomor 13, Pemecutan Kaja, Denpasar.

Kronologi Penemuan Mayat Bayi

Penemuan mayat bayi berawal dari Zulham, seorang karyawan, yang melihat tas mencurigakan di mobil pikap milik bosnya, Made Sutama. Setelah dicek, Zulham menemukan bayi tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Hasil olah TKP Tim Inafis Polresta Denpasar menunjukkan bayi tersebut lahir normal dan lengkap, namun mengalami luka lebam di perut dan tempurung kepala bagian belakang yang pecah.

Upaya Penyelidikan

Saat ini, kepolisian tengah mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, dan mendalami pesan yang ditinggalkan pelaku untuk menemukan pelakunya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli dan melindungi anak-anak. ***

Baca Juga: MENYEDIHKAN! Tiga Korban Kebakaran di Bali Dimakamkan Setelah Jam 12.00: Made Ari dan Nopik Dikubur di Setra Gede, Putu Gede Agus di Setra Alit

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gudang #bayi #denpasar #islam