BALI EXPRESS- Valentinus Andhika Yudi Pratama, 30, korban pengeroyokan dan penusukan di Jalan Teuku Umar Barat pada Minggu (5/5) kini terbaring kritis di Rumah Sakit RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.
Usai mengalami insiden memilukan itu, kondisi korban dikabarkan kritis dan telah menjalani beberapa tindakan operasi.
Bahkan keluarga korban juga dikabarkan sedang kebingungan mencari biaya untuk membayar tagihan rumah sakit.
Hal tersebut diungkap penggiat media sosial @aryulangun melalui sebuah unggahan.
Dalam unggahan di akunnya, Ary Ulangun bahkan menggalang donasi untuk membantu korban Andhika Yudi Pratama yang saat ini disebutkan sedang di rawat di ruang Angsoka, Rumah Sakit Prof Ngoerah.
“Tolong bantu share dan donasi. Ditusuk dan dikeroyok 13 orang Andhika kritis dan keluarga kebingungan mencari biaya tagihan rumah sakit,” tulis Ary Ulangun.
Kondisi tersebut membuat korban harus dirawat intensif dan menjalani beberapa kali operasi.
Namun dikarenakan semua biaya tidak bisa ditanggung jaminan Kesehatan, keluarga pun kebingungan mencari biaya untuk membayar tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 115 juta.
Pihaknya pun mengajak warganet untuk membantu meringankan beban keluarga Andhika dengan berkunjung langsung ataupun menitipkan donasi lewat @10ribumimpi.
“Rek BRI 475801025376530 YAYASAN SEPULUH RIBU MIMPI,” tulisnya.
diberitakan sebelumnya, aksi pengeroyokan menimpa dua orang bernama Valentinus Andhika Yudi Pratama, 30, dan Wahyuaji, 27, saat pulang kerja di Denpasar, Bali, pada Minggu (5/5).
Baca Juga: Bongkar Muat Truk Jumbo di Barat Pasar Galiran Tuai Protes
Mereka menjadi korban pengeroyokan di Jalan Teuku Umar Barat, tepatnya seberang depo Bangunan, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Bali.
Parahnya lagi, Valentinus juga ditusuk menggunakan senjata tajam pada bagian perut, sehingga mengalami luka serius.
Usut punya usut, insiden itu dipicu permasalahan saat mengendarai sepeda motor. Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan kejadian ini.
Baca Juga: Bongkar Muat Truk Jumbo di Barat Pasar Galiran Tuai Protes
Dijelaskannya berdasar keterangan para korban, peristiwa bermula ketika Wahyuaji membonceng Valentinus menggunakan sepeda motor sekitar pukul 04.00 WITA.
"Kedua korban hendak pulang dari tempat kerja di Pererenan, Badung, ke kos mereka di Jalan Gunung Soputan Permai, Denpasar Barat," tuturnya, Senin (6/5).