SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Kondisi bangunan Blok C dan D Pasar Umum Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali memprihatinkan.
Bukan hanya langganan banjir saat musim hujan, blok tersebut pun mengalami kerusakan struktural berupa retakan dan atap bocor.
Parahnya lagi, banyak pedagang memilih meninggalkan lapak jualan mereka, sehingga semakin memperparah kondisi pasar. Pasar menjadi kumuh dan tidak terawat.
Atas kondisi pasar seperti itu, para pedagang berharap usulan revitalisasi yang diajukan oleh Pemkab Klungkung segera direalisasikan Kementerian Perdagangan RI.
“Mau ada rencana perbaikan, biar segera. Ini sudah bocor,” terang salah satu pedagang, Komang Alit Selasa, 14 Mei 2024.
Ia mengakui kondisi pasar seperti sekarang membuat pembeli ogah datang ke sana. Hal itu disinyalir membuat pedagang memilih angkat kaki dari sana.
“Banyak kios kosong. Ada yang masih tetap bertahan tetapi jarang berjualan. Semoga segera direnovasi sama dengan Blok B dan E yang mewah sekali. Kalau pembeli betah, dan nyaman, pasti pedagang dapat jualan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa tak menampik kondisi Blok C dan D Pasar Umum Semarapura.
Blok C dan D Pasar Semarapura telah menunjukkan kerusakan yang signifikan akibat usia bangunan yang mencapai sekitar 30 tahun.
Masa pemanfaatan bangunan tersebut telah melampaui batas maksimal 25 tahun, yang mengakibatkan munculnya retakan-retakan.
“Hanya kolom bangunannya saja yang masih bagus,” ungkap Ardiasa.
Pemkab Klungkung, jelas Ardiasa, sudah mengajukan proposal revitalisasi. Rencananya, Blok C dan D dibangun III lantai.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi pasar tersebut sebesar Rp75 miliar,” sebut Ardiasa. (*)
Editor : I Made Mertawan