BALI EXPRESS-Akun kreator digital bernama @siniidigital digeruduk warganet usai viralnya video Gek Bali yang diduga lecehkan perempuan Bali.
Dalam postingan terakhir, akun @siniidigital, dibanjiri dengan komentar pedas warganet.
Pada unggahan terakhir tersebut memperlihatkan video permohonan maaf Owner sekaligus CEO dari SINII Digital Agency didampingi oleh kedua talent yang terlibat dalam pembuat konten yang berjudul Gek Bali.
Permohonan maaf melalui sebuah video dan diunggah melalui feed Instagram akun @siniidigital ini dibuat usai permohonan maaf melalui Instagram story mendapat tanggapan sinis dari Niluh Djelantik.
“Beberapa jam sebelum video ini diuplod, kami mendapat banyak sekali DM kritik dan masukan tentang video Gek Bali,” jelas Owner dan CEO SINII Digital Agency Donny Sucahya didampingi oleh dua orang talent yang terlibat dalam pembuatan video Gek Bali dikutip pada Senin (20/05).
Lebih lanjut, Donny Sucahya menyebut bahwa semua konsep dan ide dari konten yang berjudul Gek Bali merupakan ide darinya.
“Tentunya telah mendapat persetujuan dari saya, setiap orang yang ada dalam video tersebut hanyalah talent,” ungkapnya.
Pihaknya menyebut tidak ada niat untuk merendahkan, menyinggung atau menjelekkan pihak mana pun.
“Saya Donny Sucahya, kami meminta maaf sebesar-besar atas kejadian ini, dan fokus akan membuat konten yang mengedukasi dan bermanfaat untuk semua orang,” ujarnya.
Video tersebut pun mendapat beragam tanggapan dari warganet di media sosial.
“Dari mana bos? Di Bali tinggal di mana? Saya samperin deh, besar badan abang gak buat saya gentar, sini sini,” tulis akun @ajikdewa_43.
“Yang ngebela dan ngedukung siniidigital yak arena daerah dan identitas lu ga dipake,” tulia akun @tutera_.
“Di mana letak lucunya? Yang ada terkesan melecehkan,” tulis akun @gbd.1831.
Hingga kini, video tersebut telah mendapat 2,1 ribu suka dan 712 komentar. Hanya saja sang creator telah membatasi kolom komentarnya.
Sebelumnya, akun @siniidigital membuat heboh jagad maya usai membuat video konten berjudul Gek Bali.
Video tersebut diduga melecehkan perempuan Bali lantaran berisi percakapan tawar menawar harga seorang perempuan Bali oleh seorang laki-laki.
Editor : Wiwin Meliana