BALI EXPRESS- CEO sekaligus Owner SINII Digital Agency Donny Sucahya akhirnya meminta bertemu dengan Niluh Djelantik.
Hal ini usai viralnya video yang berjudul Gek Bali dan mendapat banyak kecaman warganet.
Video Gek Bali mendapat kecaman karena diduga lecehkan perempuan Bali
Baca Juga: Ajang Kreativitas Pemuda Klungkung, KNPI Klungkung Segera Gelar Klungkung Youth Fest ke-6
Meski sudah membuat video permintaan maaf, namun Donny Sucahya berinisiatif bertemu dengan Niluh Djelantik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Permintaan pertemuan itu dibagikan langsung oleh Senator terpilih DPD RI Bali itu melalui akun media sosialnya.
Dalam beberapa capture pesan melalui DM, Donny Sucahya mengutarakan keinginannya bertandang ke Bali bertemu dengan Niluh Djelantik.
“Jika ibu berkenan apakah saya boleh diizinkan untuk datang ke Bali dan menyelesaikan masalah ini secara offline?” tulis Donny Sucahya melalui DM Instargram, dikutip pada Selasa (21/05).
Baca Juga: Mencuat Informasi Damai, Polisi Tetap Proses Hukum Dua Bule Penganiaya Pecalang
Beberapa pesan yang dikirimkan oleh Donny Sucahya, kemudian dibalas melalui unggahan di feed Instagram akun @niluhdjelantik.
“Pesan masuk dari @donnysucahya. Silakan sampaikan klarifikasimu pada pihak yang berwajib,” tulis Niluh Djelantik.
Pengusaha sepatu itu mengungkap bahwa akan menindaklanjuti perihal tersebut dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk menentukan Langkah huku selanjutnya.
“Kalian mengunggah video tersebut di beberapa platform sosial media, kami sebagai perempuan Bali diolok-olok, direndahkan dengan banyaknya komentar yang seolah membenarkan konten yang kalian buat,”tulisnya.
Pihaknya juga meminta agar pihak managemen kembali mendengarkan video yang mereka buat sehingga tahu di mana letak kata-kata yang merendahkan perempuan Bali.
“Lihat Sekali lagi. Dengar kata per kata yang diucapkan oleh talent kalian. Sangat merendahkan kami,”jelasnya.
Baca Juga: KETERLALUAN! Bocah 7 Tahun di Buleleng Alami Pendarahan, Dikira Jatuh Ternyata Dirudapaksa Tetangga
Sebelumnya, sebuah konten yang diproduksi oleh akun @siniidigital menjadi sorotan warganet Bali.
Pasalnya, salah satu konten yang dibuat oleh akun tersebut diduga berisi pelecehan secara verbal terhadap perempuan Bali.
Konten yang berjudul Gek Bali itu berisi tentang tawar menawar harga seorang perempuan Bali oleh seorang laki-laki.
Dalam video terlihat seorang perempuan yang menggunakan kebaya merah direpresentasikan sebagai perempuan Bali.
“Barang baru lagi nih, Gek Bali. SULE selera Bule,” ucap seorang laki-laki dalam video yang seolah menawarkan perempuan itu kepada seorang laki-laki.
“Dia jago kali bikin sate lilit, aromanya sambel matah, tapi ini versi halalnya,” ujar laki-laki dalam video dikutip dalam video yang beredar di media sosial, pada Senin (20/05).
Baca Juga: Setubuhi Putri Kandung, Caleg Gagal di Buleleng Terancam 15 Tahun Penjara
Kemudian pria tersebut juga menyebut bahwa perempuan tersebut memiliki kekurangan bahwa pada siang hari suka berisik karena suka ASMR tes kriuk.
“Open nya berapa,” tanya seorang laki-laki.
“Full versi kayak gini, 5 juta,” jawab laki-laki dalam video.
Namun tanpa diduga si pri satunya menyebut bahwa harga tersebut kemahalan dan menawar dengan harga Rp 3 juta.
Namun tak mau harga ditawar, si pria satunya kembali membeber kelebihan si perempuan yang disebut Gek Bali itu.
Ia menyebut bahwa rambut yang dimiliki perempuan tersebut seperti senja di Pantai Kuta.
“Anak-anak Sini Digital ga usah jauh-jauh datang ke Bali buat lihat senja, nih liat rambutnya, Senja Kuta,” ujar laki-laki tersebut.
Namun setelah si laki-laki menyebut bahwa si perempuan bisa main mata dengan nyeledet (Gerakan mata dalam tarian Bali), si pria satunya pun sanggup membayar perempuan tersebut dengan harga Rp 9 juta.
Editor : Wiwin Meliana