DENPASAR, BALI EXPRESS – Penemuan sosok mayat seorang Anak Buah Kapal (ABK) mengapung di Perairan Kolam Bandar Dermaga Barat, Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan, pada Senin (20/5) pagi masih menyisakan tanda tanya.
Pasalnya, penyebab kematian korban hingga ditemukan mengapung di Perairan Kolam Bandar Dermaga Barat Pelabuhan Benoa belum diketahui.
ABK yang tewas tersebut diketahui bernama Faizal Zahrul Bchri, 26.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, korban merupakan ABK asal Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah, yang bekerja di Kapal Primus Indah Pelabuhan Benoa.
Salah seorang saksi yang merupakan teman kerja korban bernama Shadam Husen, 24, menerangkan kepada polisi, bahwa dirinya sempat duduk bersama korban dan dua orang lainnya di depan haluan Kapal Primus Indah, pada Sabtu (18/5) sekitar pukul 22.30 WITA.
"Kala duduk-duduk tersebut, mereka sedang asik mengobrol," terangnya.
Tak berselang lama, salah satu orang yang ikut duduk yaitu Kapten Kapal bernama Masnum, minta izin untuk beristirahat.
Beberapa menit kemudian, Shadam Husen juga ikut istirahat.
Saat bangun keesokan harinya, saksi tidak melihat korban berada di kapal.
Lalu, Shadam bersama rekannya Nurul Subehi, 24, mencari korban di sekitaran kapal.
Tapi ABK yang sama-sama berasal dari Pemalang ini tidak menemukan Faizal.
Mereka juga mencoba menelepon Hp korban, hanya saja tidak aktif.
"Saksi pun memberitahu kapten kapal bahwa korban tidak ada," ucapnya.
Tak disangka, Shadam malah mendapatkan informasi dari temannya Wahyu Novianto bahwa ada penemuan mayat di Kolam Bandar Dermaga Barat.
Saksi pun bergegas ke sana untuk memastikan.
Ternyata, mayat itu memang benar adalah Faizal. Selanjutnya, Shadam dan kapten kapal menghubungi pengurus kapal untuk mengevakuasi korban.
Editor : Nyoman Suarna