Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Seperti Ini Penyiksaan yang Diduga Dilakukan Anak Kandung terhadap Ibu Lansia Lumpuh di Bali

I Made Mertawan • Minggu, 26 Mei 2024 | 15:14 WIB
TRAGIS : Sarifah menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya diduga dianiaya. (Istimewa)
TRAGIS : Sarifah menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya diduga dianiaya. (Istimewa)

KARANGASEM, BALI EXPRESS- Wanita lanjut usia (lansia) bernama Sarifah,78, harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Karangasem, Bali.

Lansia asal Banjar Dinas Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem ini diduga menjadi korban penganiayaan anak kandungnya sendiri.

Kini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Karangasem.  "Iya benar. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan," ungkap Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Karangasem Ipda I Gede Alit.

Kasus ini menggegerkan warga di sekitar tempat tinggal lansia tersebut.  Warga pula yang melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Karangasem.

Mereka merasa iba dan kasihan melihat kondisi Sarifah yang sudah lansia dan lumpuh.

Tak hanya membawa kasus ini ke ranah hukum, warga juga melarikan Sarifah ke rumah sakit.

Dugaan penyiksaan dilakukan oleh anak kandungnya sendiri bernama Fatoni Rahman.

Dalam video yang beredar di beberapa grup Whatsapp (WA) tampak Sarifah tengah terbaring di ranjang rumah sakit.

Ia mengaku kerap dimarahi anaknya. "Dibilang cuman bisa makan tidur, tidak bisa berusaha. Disuruh nyuci," ungkapnya dikutip dari Radar Bali pada Minggu, 26 Mei 2024.

Sarifah mengaku sering menjadi korban penganiayaan sadis. Ia diseret hingga mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, lansia itu mengaku pernah dibenturkan di kamar mandi hingga mengalami luka pada bagian bibir.

Foto-foto yang beredar juga menunjukkan sejumlah luka lecet dan lebam di beberapa bagian tubuh Sarifah, seperti pada bahu, punggung belakang, dan kaki yang mengalami bengkak.

Kepala Kewilayahan (Kawil) Banjar Dinas Bukit Tabuan Mahyudin membenarkan dugaan penganiayaan tersebut.

Menurut Mahyudin, berdasarkan keterangan tetangga, Sarifah kerap menjerit kesakitan setiap pagi.

Dia juga menduga bahwa selain Fatoni, menantu dan cucunya yang sudah lulus SMA juga terlibat dalam aksi penyiksaan ini.

Mahyudin menjelaskan bahwa Sarifah memiliki lima orang anak. Tiga di antaranya tinggal di luar Desa Bukit, sedangkan dua lainnya, Fatoni dan saudara perempuannya, tinggal di Desa Bukit.

Namun, Fatoni dan saudara perempuannya tinggal berjauhan. "Fatoni ini yang ngajak ibunya," kata Mahyudin pada Sabtu, 25 Mei 2024. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #lansia #anak kandung #karangasem