BADUNG, BALI EXPRESS - Ketut S (23) dan adiknya Putu Y (4) ditemukan tewas di bawah Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (26/5).
Diduga kakak beradik yatim piatu ini nekat mengakhiri hidup mereka dengan melompat dari jembatan.
Kini pihak keluarga dikabarkan kesulitan biaya pemakaman kedua kakak beradik tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Bali Express Jawa Pos Grup, kedua korban berasal dari Banjar Dinas Rendentin, Desa Bontihing, Kubutambahan, Buleleng.
Mereka merupakan bagian dari empat bersaudara yang telah kehilangan kedua orang tua.
"Ibu dan ayah mereka sudah meninggal," ungkap seorang sumber.
Kisah tragis ini menjadi viral di media sosial, mengungkapkan bahwa kakak tertua mereka sedang sakit-sakitan.
Sementara korban Ketut S dikenal sebagai tulang punggung keluarga.
Diduga himpitan ekonomi memaksa Ketut S memilih untuk mengakhiri hidup bersama adiknya.
Keluarga mereka mengalami kesulitan biaya pemakaman, yang memicu rasa iba netizen dan memulai penggalangan dana melalui media sosial.
Diberitakan sebelumnya, kakak adik ini diduga melakukan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Tukad Bangkung.
Jenazah mereka ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan evakuasi di dasar jembatan setinggi sekitar 71 meter tersebut.
Kalaksa BPBD Badung, I Wayan Darma, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Petang untuk melakukan evakuasi, dibantu oleh TNI, PMI, dan warga setempat.
Medan yang terjal menyebabkan proses evakuasi baru bisa dilakukan sekitar pukul 19.00 Wita.
Saat ini, jenazah kedua korban sedang ditangani di Puskesmas Pelaga.
Mantan Camat Petang ini juga menyatakan telah menyiapkan dua ambulans BPBD Badung yang akan digunakan untuk mengantarkan jenazah sesuai permintaan keluarga. ***
Editor : I Putu Suyatra