BALI EXPRESS-Sebuah unggahan video akun Tiktok @Kiranarasdika menjadi perhatian dan viral di media sosial.
Dalam video yang dibagikan, terlihat perjuangan seorang mempelai pria dan keluarganya saat menjemput mempelai wanita ke rumahnya.
Di awal video, terlihat rombongan keluarga mempelai pria tiba dengan membawa perlengkapan banten dan juga seserahan.
Namun tidak sampai di sana, rupanya rombongan keluarga mempelai pria harus mendaki bukit dengan akses jalan yang kurang memadai untuk sampai ke rumah sang mempelai wanita.
Terlihat rombongan ini berjalan melewati hutan belantara dengan jalan setapak.
Kiri kanan jalan ini masih sangat alami dikelilingi oleh berbagai pepohonan rindang.
Baca Juga: Ritual Macolongan dalm Tradisi Hindu Bali: Mengapa Jidat Harus Dipatok Ayam?
Bahkan sepanjang perjalanan, sangat jarang ditemui rumah penduduk yang berdekatan.
Perjalanan yang ditempuh pun cukup jauh sehingga beberapa orang terlihat berhenti di tengah perjalanan untuk beristirahat.
“Perjuangan mendaki gunung,” tulis keterangan dalam video tersebut dikutip pada Senin (27/05).
Jalanan terjal, berliku dan menanjak pun tak menyurutkan orang-orang tersebut untuk ikut menjemput sang mempelai wanita.
Hingga akhirnya rombongan itu pun sampai pada tujuannya, di rumah pengantin wanita untuk melanjutkan prosesi pernikahan.
Disebutkan jika lokasi rumah sang mempelai wanita berada di Desa Adat Linggawana, Kecamatan Abang, Karangasem Bali.
Sontak saja, unggahan tersebut pun mendapat beragam komentar warganet yang merasa salut dengan perjuangan laki-laki untuk mempersunting wanita idamannya.
Bahkan warganet juga salut dengan antusias keluarga yang ikut mengantarkannya.
“Salut banget sama sementonnya yang nganter,” komentar akun @Petualangan Aries.
“Kanti belus muan pengantine si ucil menek bukit,” tulis akun @DeringPonsel.
“Gak mungkin gak ada jalan lain, gimana caranya beli beras lauk pauk,” komentar akun @Eka Pradnya yang seolah tak percaya jika zaman sekarang masih ada akses jalan seperti dalam video.
Video tersebut pun telah banyak disukai dan dikomentari hingga mendapat 250 ribu penayangan.
Editor : Wiwin Meliana