Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yatim Piatu Sejak Usia 10 Bulan, Putu Yasa Korban Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung Menderita Gizi Buruk

Dian Suryantini • Selasa, 28 Mei 2024 | 13:34 WIB

 

Pihak keluarga almarhum masih berkumpul di rumah duka, Dusun Rendetin, Desa Bontihing, Kubutambahan
Pihak keluarga almarhum masih berkumpul di rumah duka, Dusun Rendetin, Desa Bontihing, Kubutambahan

SINGARAJA, BALIEXPRESS – Almarhum Putu Yasa adalah adik dari almarhum Ketut Sutama. Keduanya meninggal lantaran nekat melompat dari ketinggian 71 meter di jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Badung, Bali.

Almarhum Ketut Sutama disebut sebagai tulang punggung keluarga.

Ia menanggung seluruh kebutuhan keluarganya termasuk adik dan kakak sulungnya Luh Somatini yang mengalami disabilitas.

Belakangan sang kakak diajak oleh pamannya untuk tinggal di Sibang, Badung.

Sementara, kedua almarhum sebelum meninggal tinggal berdua di rumah kecil warisan orangtuanya. 

Kakak ipar almarhum, Ni Luh Resmini menuturkan, keponakannya yang paling bungsu (almarhum Putu Yasa) mengalami gizi buruk.

Kondisinya kurus dan kurang terurus. Maklum saja, tidak lama setelah ia dilahirkan, ibunya Made Anggarini meninggal dunia.

“Lebih kecil ukuran tubuhnya dari anak saya. Padahal usianya sudah 6 tahun. Kurus sekali,” ujar Resmini, Senin (27/5).

Resmini menyebut, Putu Yasa sudah jadi yatim piatu sejak usia 10 bulan.

Ketut Sutama (23) dan adiknya, Putu Yasa (5) tewas dalam aksi bunuh diri di jembatan Tukad Bangkung.

Peristiwa itu berlangsung pada Minggu sore (26/5/2024). ***

 

Editor : Y. Raharyo
#gizi buruk #Jembatan Tukad Bangkung #bunuh diri #buleleng