Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ombak Pasang Terjang Pesisir Klungkung, Fasilitas Wisata dan Publik Rusak Parah

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 30 Mei 2024 | 02:28 WIB
DITERJANG : Kondisi gelombang pasang di pesisir Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (29/5).
DITERJANG : Kondisi gelombang pasang di pesisir Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (29/5).

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Gelombang pasang menghantam wilayah pesisir Kabupaten Klungkung, Bali, mulai dari Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Pantai Lepang Desa Takmung hingga Pantai Watu Klotok, pada Rabu (29/5).

Akibatnya, berbagai fasilitas wisata dan publik di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah.

Air laut yang naik membanjiri sejumlah hotel dan villa di sepanjang pantai. Salah satu kolam renang hotel bahkan terkubur oleh pasir laut yang terbawa ombak.

Tidak hanya itu, abrasi di pesisir Pantai Tegal Besar menyebabkan sawah milik warga semakin terkikis, memperparah kondisi lahan pertanian di daerah tersebut.

Jogging track yang berada di pinggir pantai juga tidak luput dari kerusakan akibat gelombang pasang. Menurut warga setempat, gelombang pasang telah terjadi sejak tiga hari terakhir, dengan puncaknya pada Selasa (28/5) dan Rabu (29/5).

“Sudah sejak tiga hari ombaknya seperti ini. Tapi puncaknya dari kemarin dan hari ini, lumayan besar air laut sampai masuk ke areal hotel,” ungkap Made Nana, salah seorang warga yang ditemui di Pantai Lepang.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa di Pantai Lepang, ketinggian ombak mencapai lebih dari 3 meter, bahkan air laut masuk ke daratan berkali-kali menghantam tanggul pantai. "Kalau tidak ada tanggul pantai, air laut sudah masuk sampai ke dalam hotel," ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pantai Tegal Besar, Desa Negari. Air laut masuk ke areal villa hingga menggenangi taman dan halaman villa, memperparah abrasi.

Muaranya Tukad Bubuh yang tertutup pasir laut menyebabkan air deras berbelok dan mengikis sawah warga. Warga khawatir jika alur Tukad Bubuh tidak segera dinormalisasi, sawah mereka tidak akan bertahan lama.

Menurut Ni Nyoman Soka, salah satu pemilik warung di pesisir Pantai Tegal Besar, abrasi ini juga mengancam keberadaan sekolah yang lokasinya tidak jauh dari persawahan tersebut.

“Untung ada tanggul ini diperpanjang lagi sedikit. Kalau tidak, warung saya juga bisa hilang dan untuk kesekian kalinya harus dipindah,” tandasnya. (ras)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #Pasang #pesisir #klungkung #gelombang