BALI EXPRESS- Senator terpilih Arya Wedakarna mengundang eks pengurus gangster Gaza Bali untuk bertemu di Museum Bung Karno Renon, Denpasar pada Rabu (29/05).
Dalam pertemuan itu, juga dihadiri oleh Bima Nata selaku bagian dari organisasi Baladika Bali.
Dalam kesempatan itu, Bima Nata hadir untuk memberikan nasehat dan juga himbauan kepada anak-anak muda Bali yang tergabung dalam gangster Gaza Bali.
Menurut Bima Nata jika sekelompok orang sudah berani melabeli dirinya sebagai organisasi maka harus memiliki struktur yang jelas.
Ini bertujuan untuk dapat mempertanggungjawabkan segala kegiatan yang dibuat dalam organisasi tersebut.
“Ampura sebenarnya saya tidak butuh klarifikasi tetapi yang saya butuhkan pertanggungjawaban. Kalian sebagai kelompok yang per hari ini yang sudah berani menggunakan atribut dan menggunakan nama besar kalian itu yang harus dipertanggung jawabkan,” jelasnya.
Baca Juga: Sejarah Pura Negara Gambur Anglayang: Bukti Keberagaman dan Toleransi Masyrakat Hindu Bali
Pihaknya menyebut bahwa sudah ada kekhawatiran dari warga masyarakat di Bali dengan adanya gangster Gaza Bali yang beranggotakan pelajar.
“Kata maaf sudah tidak cukup, ada duka yang harus dibayarkan, ada kekhawatiran yang tidak bisa maafkan,” ungkap Bima Nata.
Bima Nata memaklumi bahwa anak-anak muda yang masuk dalam organisasi Gaza Bali masih diselimuti oleh keegoisan, hanya saja pihaknya mengingatkan agar jangan sampai atas dasar ingin mencari jati diri lalu merugikan orang lain.
“Ketika ada tantangan untuk melakukan tindakan kriminal, lebih baik laporkan ke polisi, syukur-syukur itu tidak terjadi,” jelasnya.
Pihaknya meminta kepada eks Gaza Bali agar tidak berbuat konyol karena masih memiliki masa depan yang panjang.
Bima Nata pun minta agar anak-anak muda tersebut melakukan hal-hal yang positif dengan ngayah bakti sosial atau yang lainnya.
Sebelumnya diberitakan tawuran antargeng pelajar yang masih SMP nyaris terjadi di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali pada Jumat, 24 Mei 2024.
Beruntung, rencana tawuran anak di bawah umur dini hari tersebut berhasil terendus oleh aparat Polsek Denpasar Utara.
Hasilnya, kepolisian dapat mengamankan 15 pelajar SMP dan sebuah senjata tajam (sajam) yang dibawa oleh salah satu anak sebelum mereka dapat melancarkan tawuran itu.
Editor : Wiwin Meliana