DENPASAR, BALI EXPRESS - Empat anggota geng Meksiko yang melakukan penembakan terhadap warga Turki di Bali mulai disidang di PN Denpasar. Jaksa membeberkan adegan penembakan yang dilakukan geng Meksiko seperti dalam film laga.
Keempat pelaku yang disidang adalah Victor Eduardo Deraz Gonzalez, 35; Jose Alfonso Aramburo Conteras, 31; Juan Antonia Mayorquin Escobedo, 31, dan Roberto Sicairos Valdes, 26.
Keempat terdakwa dari geng Meksiko ini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (30/5) atas dugaan percobaan pembunuhan berencana terhadap warga negara Turki bernama Mehmet Turan.
Keempat terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. JPU dari Kejari Badung menjerat menggunakan dakwaan kesatu primair Pasal 340 juncto Pasal 53 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana.
Dakwaan kesatu subsidair, perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 juncto Pasal 53 ayat (1) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang percobaan pembunuhan.
Kemudian, dakwaan kedua primair Pasal 365 ayat (2) ke-1, ke-2 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Dan dakwaan kedua subsidair Pasal 368 ayat (1) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemerasan dengan kekerasan.
Jaksa pun membeberkan kronologi penembakan yang dilakukan para terdakwa yang berasal dari Kota Sinaloa dan Tijuana, Meksiko terhadap Mehmet di Villa Palm House, Jalan Tumbak Bayu, Mengwi, Badung, 23 Januari 2024.
Berikut kronologi yang dibeberkan jaksa dari Kejari Badung dalam kasus ini:
1. Pada Desember 2023, keempat terdakwa datang ke Bali dari Meksiko melalui Kuala Lumpur, Malaysia.
2. Mereka menginap di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
"Bahwa tujuan para terdakwa datang ke Bali untuk berlibur dan mencari seseorang berkewarganegaraan Turki yaitu korban Mehmet Turan," tandas JPU.
3. Dua orang terdakwa yakni Jose Alfonsi dan Roberto sempat ke Jakarta untuk mengambil snjata api dan peluru dari seorang WNI. Keduanya berada di Jakarta selama dua hari. Jose Alfonso mendapat dua pucuk pistol buatan Rusia dengan kaliber 9 mm dan kaliber 7,65 mm di sebuah taman di Jakarta. Sehari kemudian Jose dan Roberto bertemu WNI itu untuk menerima peluru yang berjumlah 34 butir di Starbuck Jakarta.
4. Setelah dapat pistol dan peluru, Jose dan Roberto ke Bali menggunakan transportasi darat yakni naik bus. Sampai di Pelabuhan Gilimanuk sudah ditunggu terdakwa Victor Eduardo. Ketiganya menuju penginapan di Uluwatu menggunakan transportasi online.
5. Januari 2024, para terdakwa berkumpul untuk berdiskusi di sebuah restoran di wilayah Uluwatu. Terdakwa Victor menjelaskan kepada tiga terdakwa lainnya tentang rencana memburu warga Turki.
6. Mereka juga tergabung di sebuah grup WhatsApp bernama 'Marina' yang di dalamnya disebarkan informasi terkait keberadaan buruan mereka yang berada di Villa Palm House, Jalan Tumbak Bayu, Mengwi, Badung.
7. Victor lantas menyiapkan dua pucuk pistol dan menyerahkan salah satunya kepada Jose. Jose juga menyiapkan tiga unit motor matic untuk menuju ke lokasi.
8. Senin, 22 Januari 2024 sekitar pukul 21.00 WITA keempatnya berangkat menuju Villa Palm House. Roberto berboncengan dengan Juan, sedangkan dua terdakwa lainnya membawa motor sendiri-sendiri. Sejam kemudian, mereka sampai di salah satu minimarket dekat vila yang dibidik.
9. Para terdakwa melakukan survei lokasi menyusuri jalan masuk ke Villa Palm House. Mereka mondar-mandir sekitaran lokasi sebanyak tiga sampai empat kali.
10. Selasa, 23 Januari 2024, sekitar pukul 01.00 WITA, geng ini pun menuju ke Villa Palm House. Victor dan Jose memarkirkan kendaraannya di tempat gelap, sedangkan Juan dan Roberto berhenti di depan Pos Security.
11. Roberto mendekati sekuriti bernama Made Sutama untuk memastikan lokasi, sementara Victor melompati pagar dan menodongkan pistol ke arah sekuriti, memerintahkannya tiarap.
12. Juan membuka pintu pagar dan masuk, bahkan menginjak punggung sekuriti.
13. Victor dan Jose masuk ke dalam villa, sedangkan Juan mengambil handphone sekuriti dan menyusul mereka. Robert tetap di pos sekuriti.
14. Di dalam Villa, Mehmet Turan, Eren Kaya, dan David Abgaryan sedang berada di ruang tamu.
15. Mereka mendengar suara benturan keras dan melihat Victor menuju ke arah kebun dengan pistol.
16. Mehmet Turan pergi ke kamar, Eren Kaya bersembunyi di kamar, dan David melarikan diri ke villa sebelah.
17. Victor muncul dari tangga bawah dan menodongkan pistol ke arah Mehmet Turan. Dia berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti Mehmet Turan dan memberi kode gestur meminta uang.
18. Mehmet Turan mencoba melawan dengan mengambil pistol Victor, namun Victor menembaknya sekali di perut depan hingga tembus ke pinggang kanan.
19. Mehmet Turan berlari ke tangga bawah, Victor kembali menembak namun tidak mengenai sasaran.
20. Mehmet Turan masuk ke ruangan laundry, Victor mengejarnya. Pintu ruangan tidak bisa dikunci, Victor mendorongnya dan Mehmet Turan menahannya.
21. Victor menembak Mehmet Turan melalui celah pintu, mengenai lengan kiri hingga tembus ke ketiak kiri bawah.
22. Para pelaku melarikan diri dari TKP. Sekitar 10 menit kemudian, sekuriti villa datang untuk menolong Mehmet Turan. Lukanya dibersihkan dan dia diantar ke rumah sakit.
23. Mehmet Turan kehilangan uang tunai Rp 30 juta, USD 4.000, dan jam tangan. ***
Editor : Y. Raharyo