BALI EXPRESS-Sejak beberapa hari terakhir masyarakat di Bali kembali kesulitan menemukan gas atau elpiji subsidi 3 kg di pasaran.
Bahkan kelangkaan gas LPG 3 kg ini menjadi perbincangan di media sosial hingga di sorot oleh senator terpilih Arya Wedakarna.
Melalui unggahannya, @aryawedakarna mengunggah sebuah pengaduan masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi tersebut.
Tak hanya mengaku kesusahan untuk membeli gas subsidi, warganet itu juga mengeluhkan harga jual gas subsidi mahal di atas harga eceran tertinggi.
“Selamat siang ajik AWK kami dari masyarakat Kuta Selatan mohon difollow up masalah kelangkaan gas elpiji 3 kg. kami di masyarakat kecil sangat membutuhkan bantuan dari ajik AWK, gas langka harganya pun mahal terimakasih ajik,” tulis keluhan dari akun @imadelilaantara dikutip dari unggahan AWK pada Jumat (31/05).
Menanggapi keluhan warga tersebut, Arya Wedakarna pun mempertanyakan kepada pengikutnya di wilayah mana saja terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg.
“Wilayah mana saja yang kosong? Aspirasi semeton masalah gas langka, punapi niki? @pertamina @pertaminabali jangan sampai AWK turun periksa kinerja instansi, segera bereskan,”tulis AWK dalam keterangan postingannya.
Sontak saja, unggahan tersebut pun dibanjiri komentar warganet yang juga mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg.
Dalam komentarnya, warganet menyebut bahwa kelangkaan terjadi hampir di semua wilayah Denpasar.
Selain langka, warganet juga menyebut harga jual gas LPG 3 Kg kini mencapai harga 30 ribu Rupiah.
“Gas langka air PAM juga mati di Kuta Selatan jik,” tulis akun @yansusukasusu.
“Denpasar Utara langka Jik, sekalinya ada harganya Rp 30 ribu,” tulis akun @wiigunaa00_.
“Semua Denpasar nike benar-benar parah itu pertamina gak becus ganti pejabatnya, cek aliran reknya suksma,” tulis akun @krozok_Bali.
Baca Juga: Jangan Asal Parkir, Berikut Agar #Cari_Aman Saat Parkir Moge
“Sedikit masukan dari saya yang agen Badung, sebetulnya gas 3 kg tidak langka, kami yang agen penyaluran ke sub agen jatahnya normal saja 4 truk x 560 yang disalurkan di 31 sub agen resmi setiap harinya. Sebetulnya menurut kami tidak langka, Cuma sekarang kalau konsumen belanja mesti membawa KTP dan terdaftar dalam aplikasi merchant up (MAP) subsidi my pertamina tetap sasaran,” tulis akun @aprianimelati
Editor : Wiwin Meliana