BALI EXPRESS-Sebuah video aksi pengeroyokan oleh sekelompok pemuda ramai diperbincangkan di media sosial.
Video pengeroyokan tersebut diviralkan oleh senator RI terpilih I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK).
Baca Juga: WOW, Pemkot Denpasar Beri Subsidi Siswa yang Tidak Diterima di SMP Negeri, Anggaran Capai Rp4 Miliar
Melalui media sosial Instagramnya @aryawedakarna mengunggah beberapa tangkapan layar dan juga video pengeroyokan yang terekam kamera CCTV.
Disebutkan jika pengeroyokan dan pemukulan itu terjadi di sebuah minimarket 24 jam di jalan Merdeka Renon Denpasar.
Aksi anarkis itu disebutkan terjadi pada Sabtu dini hari (01/06).
Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Relawan Semut Tabanan Tebar 1 Ton Benih Ikan di Lima Desa
Dalam video yang dibagikan, terlihat sejumlah anak-anak muda sedang nongkrong di mini market tersebut.
Mereka terlihat sedang duduk-duduk di depan minimarket, sementara beberapa orang pemuda juga terlihat masih ada di atas motor.
Namun secara tiba-tiba datang segerombolan pemuda menghampiri pemuda-pemuda yang sedang nongkrong.
Terlihat sejumlah dari gerombolan pemuda itu memukul secara random orang-orang yang sedang nongkrong tersebut.
Bahkan terlihat seorang pria dengan tanpa menggunakan baju datang membawa senjata tajam lalu terlihat mengancam seorang pemuda yang berada di minimarket tersebut.
Kejadian tersebut membuat pemuda yang sedang nongkrong itu bubar dan menyelamatkan diri.
Namun beberapa orang pemuda menjadi sasaran pemukalan dengan tangan kosong pria yang tak menggunakan baju itu.
Dari kejadian tersebut, AWK pun membagikan kondisi salah satu pemuda yang menjadi korban dalam aksi pemukulan tersebut.
Seorang pemuda yang tak disebutkan identitasnya itu mengalami benjol pada jidat dan luka pada bibirnya.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan 3 Kendaraan di Buleleng Bali Tewaskan Pejalan Kaki, Berawal dari Ertiga Oleng
Belum diketahui secara pasti motif dari aksi anarkis tersebut, namun AWK berencana akan memanggil korban untuk dibantu proses hukum.
“Kali ini tidak ada kata damai, harus diproses hukum. Korban akan segera dipanggil AWK dan akan dibantu untuk proses hukum dan dilindungi,” tulis AWK dikutip pada Minggu (02/06).
Editor : Wiwin Meliana