BALI EXPRESS- Di tengah jeritan masyarakat Bali yang kesulitan menemukan gas LPG subsidi 3 Kg, sebuah pernyataan seorang pria menjadi sorotan.
Pria yang mengaku bernama I Wayan Setiawan itu menyebut penyebab kelangkaan gas LPG 3 Kg di Denpasar dan Badung.
Baca Juga: FINAL! Duet Mantra - Mulia Dipanggil Prabowo dan Pratikno: De Gadjah Sebut Pak Jokowi Minta Ini
Melalui sebuah video singkat, pria itu menyebut kelangkaan gas LPG 3 Kg disebabkan karena diduga dioplos oleh oknum.
Bahkan secara lebih rinci, pria tersebut pun membeberkan lokasi yang diduga dijadikan tempat pengoplosan gas 3 Kg tersebut.
Pria itu menyebut ada dua lokasi pengoplosan terbesar gas 3 Kg yang berada di Kecamatan Mengwi Badung.
“Semeton sekarang saya ngomong, nanti tolong bisa di share video ini, gas langka itu karena dioplos. Ada dua tempat pengoplos terbesar ada di kecamatan Mengwi,” jelas pria tersebut dalam video yang diunggah kembali oleh Niluh Djelantik, Selasa (04/06).
Lebih lanjut, pihaknya menyebut sangat lucu jika pihak kepolisian mengaku tidak tahu adanya lokasi pengoplosan tersebut.
“Kalau petugas dari Polda, Polres, sampe polsek tidak tahu itu lucu,” jelasnya.
Bahkan pihaknya bersedia mengantarkan dan menunjukkan lokasi yang dijadikan tempat pengoplosan gas LPG 3 Kg tersebut.
Ia juga mengaku siap mempertanggung jawabkan ucapannya yang telah dibuat.
“Saya Wayan Setiawan bertanggung jawab dengan omongan saya, silakan share gpapa,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak beberapa hari terakhir masyarakat di Bali kembali kesulitan menemukan gas atau elpiji subsidi 3 kg di pasaran.
Bahkan kelangkaan gas LPG 3 kg ini menjadi perbincangan di media sosial hingga di sorot oleh senator terpilih Arya Wedakarna.
Tak hanya mengaku kesusahan untuk membeli gas subsidi, warganet itu juga mengeluhkan harga jual gas subsidi mahal di atas harga eceran tertinggi.
Editor : Wiwin Meliana