SINGARAJA, BALI EXPRESS- Pada Kamis, 6 Juni 2024 sekitar pukul 05.30 Wita, Suryadi, 61, melihat sebuah benda mengapung di laut. Saat itu ia sedang berada di pantai wilayah Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali.
Penasaran dengan benda itu, Suryadi lantas memperhatikannya lewat penerangan senter yang ia bawa.
Meski diperhatikan betul, Suryadi belum dapat memastikan bahwa yang ia lihat adalah sosok jasad manusia.
Ia kemudian mengabarkan hal itu kepada Suriadi, 55. Diceritakannya benda yang dilihat mengapung di laut.
Suryadi juga menceritakan kepada rekannya bahwa ia melihat benda seperti peci berwarna putih yang melekat pada benda itu.
Namun, keduanya juga belum dapat memastikan bahwa benda itu benar-benar jasad manusia.
Mereka lantas menceritakan kembali kepada Burhanudin, 46. Ketiganya kembali ke pantai. Suriadi juga telah membawa alat pancing lengkap dengan mata kail.
Lantaran hendak memenuhi rasa penasaran dan memastikan benda tersebut adalah mayat, maka Suriadi melempar kail pada benda itu.
Setelah berhasil tercantel, ia kemudian menarik benda itu ke pinggir pantai.
Sesampainya di pinggir, ketiganya memperhatikan benda tersebut. Benar saja, itu adalah jasad manusia yang menggunakan peci putih.
Mirisnya, ternyata jasad yang mengapung itu adalah ayah dari Burhanudin.
Kapolsek Kota Singaraja Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, setelah diidentifikasi, korban adalah H.A Kasim, 61.
Korban merupakan warga Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng. Kasim diduga tenggelam akibat terpeleset lalu terjatuh ke laut.
“Hasil visum tidak ada tanda kekerasan. Kemungkinan tubuhnya terbawa arus saat jatuh,” ujar Agus Dwi Wirawan pada Jumat, 7 Juni 2024.
Setelah diidentifikasi, jenazah Kasim dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan outopsi. (*)
Editor : I Made Mertawan