BANGLI, BALI EXPRESS- Penekun spiritual Bali Jro Mangku Tedja Kandel meninggal dunia pada Kamis, 6 Juni 2024.
Ia meninggal dunia di RSUD Bangli. Mangku Tedja merupakan penekun spiritual asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
Mangku Tedja yang dikenal dengan praktisi ilmu kadyatmikan dan usada Bali itu meninggal pada usia 111 tahun.
Tak ada pesan khusus darinya buat keluarga yang ditinggalkan sesaat sebelum menghembuskan napas terakhir.
Namun jauh hari sebelum berita duka itu datang, Mangku Tedja sempat berpesan kepada anak semata wayangnya I Made Teja.
Pesan itu terkait dengan koleksi lontar dan berbagai jenis buku yang mengantarkan Mangku Tedja sebagai penekun spiritual dan pangusada yang dikenal luas.
“Tolong diselamatkan apa yang bapak punya. Ada buku-buku, ada lontar,” kata Teja menirukan pesan ayahnya saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) di rumah duka pada Jumat, 7 Juni 2024.
Mangku Tedja, kata Made Teja, menegaskan bahwa lontar dan buku-buku itu jangan sampai hilang, apalagi lontar itu merupakan warisan leluhur sebelum Mangku Tedja ada.
“Bapak akan sangat sedih kalau sampai warisan itu tidak dipelihara dengan baik. Begitu pesannya,” terang Teja.
Salah satu keponakan Mangku Tedja, I Wayan Suastika mengungkapkan bahwa pamannya meninggal dunia akibat stroke hemoragik.
Mangku Tedja dilarikan ke RSUD Bangli pada Sabtu, 1 Juni 2024 setelah tidak bisa bangun dari kamar mandi.
Ia langsung dilarikan ke RSUD Bangli. Hasil pemeriksaan dokter, Mangku Tedja harus menjalani rawat inap.
Namun sayang, selama 5 hari dirawat di sana, Mangku Tedja meninggal dunia.
Suatika menegaskan bahwa sebelum musibah itu datang, pamannya tidak ada mengeluh apa-apa.
“Sebelumnya tidak sakit, makan, minum biasa,” ungkap Suastika.
Aktivitas sehari-hari seperti melakukan pengobatan masih bisa dilakukan meski mengalami gangguan penglihatan. (*)
Editor : I Made Mertawan