SINGARAJA, BALIEXPRESS - Kabar duka menyelimuti keluarga Nyoman Yudara (35), warga Banjar Dinas Kajanan, Desa Tejakula, Buleleng. Yudara meninggal dunia saat mengadu nasib di Ceko pada Rabu (5/6/2024) malam WIB atau sore waktu Ceko.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Republik Ceko sempat memberikan opsi agar jenazah almarhum Yudara dikremasi.
Akan tetapi, pihak keluarga menginginkan agar jenazah ayah satu anak itu dibawa pulang ke Bali.
Hanya saja, konsekuensinya, pihak keluarga harus menyiapkan biaya yang tidak kecil. Yakni Rp98 juta untuk pemulangan jenazah ke Bali.
Kepala Dusun Kajanan, Made Suartawan, Yudara merupakan pekerja migran di Ceko sejak tahun 2022.
Ia sempat bekerja di tiga tempat berbeda dan terakhir dikabarkan bekerja di sebuah restoran.
Sehari sebelum meninggal, ia sempat menghubungi keluarganya melalui telepon, mengeluhkan sakit batuk dan sesak napas.
Suartawan mengungkapkan, Yudara baru saja memulai pekerjaan barunya di restoran tersebut.
Kontrak kerja Yudara di tempat kerja sebelumnya telah selesai pada 31 Mei 2024.
Semestinya ia sudah pulang ke Bali, namun ia memilih untuk tetap bekerja di Ceko.
Saat ini jenazah Yudara berada di sebuah rumah sakit di Kota Praha, Ceko. Belum bisa dipulangkan karena biaya pemulangan yang besar.
Sedangkan keluarga di Banjar Kajanan, Tejakula, tidak sanggup membiaya pemulangan jenazah.
Dia menjelaskan, keluarga tengah berkoordinasi dengan KBRI di Ceko untuk proses pemulangan jenazah.
Namun, sampai saat ini pihak keluarga mereka terkendala biaya pemulangan jenazah dari Praha ke Bali yang mencapai Rp 98 juta.
"Di Ceko ada pamannya juga yang membantu mengurus jenasahnya. Di sana dia juga cari bantuan agar cepat bisa dipulangkan ke Bali," ungkapnya.
Jenasah Yudara pun sempat ditawarkan untuk dikremasi di Ceko. Tetapi pihak keluarga menginginkan agar jenazah almarhum dapat dipulangkan dengan utuh dan dapat diupacarai sesuai adat istiadat di Desa Tejakula.
"KBRI menyarankan untuk kremasi di Ceko agar biayanya sedikit tapi keluarganya ingin agar jenazahnya utuh sampai di rumah duka," imbuhnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Tejakula, Dirasa menjelaskan, saat ini pihak keluarga sedang terkendala biaya untuk pemulangan jenazah Yudara. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 98 juta.
"Saat ini sedang mencari bantuan dan solusi agar jenazahnya dapat dipulangkan ke Bali," kata dia.
Di sisi lain, kabar meninggalnya Yudara dengan kendala biaya pemulangan jenasah viral di media sosial.
Warganet pun beramai-ramai mendoakan dan berdonasi untuk membiayai kepulangan jenasah Yudara.
Sejumlah warga sudah membuka donasi. Salah satunya dilakukan Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi yang membuka donasi melalui rekening REK BRI 4758-0102-5376-530 atas nama YAYASAN SEPULUH RIBU MIMPI, atau OVO / DANA: 0859-4289-0333. ***
Editor : Y. Raharyo