Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Launching Buku Bring Back The Light, Ceritakan Kisah Pelestarian Kunang-kunang Sebagai Cahaya Semesta

I Wayan Ananda Mustika Putra • Senin, 10 Juni 2024 | 01:41 WIB
PELUNCURAN : Launching Buku Bring Back The Light, Wayan Wardika berbagi pengetahuan tentang siklus hidup kunang-kunang yang memiliki 4 fase.
PELUNCURAN : Launching Buku Bring Back The Light, Wayan Wardika berbagi pengetahuan tentang siklus hidup kunang-kunang yang memiliki 4 fase.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Melalui buku Bring Back The Light, Wayan Wardika berbagi pengetahuan tentang siklus hidup kunang-kunang yang memiliki 4 fase. Mulai dari telur, larva, pupa dan kunang-kunang dewasa.

Masing-masing tahapan dari siklus hidup kunang-kunang memiliki tantangan tersendiri, yang tidak setiap orang fahami dengan baik. Oleh karena itu, Penulis mengajak pembaca untuk lebih mendalami fase per fase ini, sehingga kita bisa lebih aware dengan lingkungan sekitar.


I Wayan Wardika mengungkapkan, buku ini berisi tentang edukasi tentang upaya pelestarian kunang-kunang yang dilakukan oleh penulis di Rumah Konservasi Kunang-kunang.

Penulisannya disajikan dalam bentu autobiografi, dimana penulis lebih menonjolkan sisi-sisi humanis dan pengalaman penulis Bersama kunang-kunang sejak masa kecil hingga dewasa.

“Fenomena menurunnya populasi kunang-kunang akhir-akhir ini membuat penulis untuk giat mencari tahu penyebab penurunan populasi mereka yang sudah mendekati kepunahan. Melalui buku ini, penulis menjelaskan secara runut factor-faktor apa saja yang menyebabkan populasi mereka berkurang begitu drastic dalam beberapa dasawarsa belakangan ini,” ujarnya.


Perubahan iklim, alih fungsi lahan, cemaran sampah, polusi udara, polusi air hingga kandungan bahan kimia berbahaya dalam system pertanian kita, adalah Sebagian kecil factor yang berkontribusi terhadap kepunahan spesies ini. Belum lagi masalah polusi caha, dan perilaku manusia yang kurang sensistif terhadap keberlanjutan alam.


Kegiatan launching buku Bring Back The Light ini dilaksanakan di markas Rumah Konservasi Kunang-kunang yang terletak di Tegal Dukuh Camp, Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Kabupaten Gianyar pada tanggal 9 Juni 2024. Tepat 1 hari menjelang ulang tahun penulis yang ke-46.

Tidak saja dari sisi sains, penulis juga membagikan pemahaman penulis tentang kunang-kunang dari perspektif budaya, terutama budaya Bali. Dimana, kunang-kunang sangat identik dengan cerita-cerita mistis yang berkaitan dengan dimensi setelah kematian.

Apalagi jika perspektif ini dikorelasikan dengan epos Mahabharata, yang memberikan banyak sekali tuntunan-tuntunan spiritual sebagai pegangan umat manusia memahami kesujatian dirinya sebagai percikan cahaya yang bersumber dari cahaya Ilahi, dan pada akhirnya pulang menuju sumber cahaya tersebut.

Pembaca diajak larut dalam kisah penulis Bersama kunang-kunang sejak umur yang sangat belia, hingga tertuntun oleh panggilan cahaya semesta Bernama kunang-kunang. Kisah ini dibagi menjadi 7 bab lengkap dengan kisah-kisah inspiratif dalam upaya pelestarian kunang-kunang yang relevansinya masih sangat kuat sekali untuk generasi mendatang.


Peluncuran buku ini juga dibarengi dengan kegiatan expo produk-produk organic dari UMKM setempat. Mulai dari kuliner, hasil pertanian, kerajinan dan fashion.

Acara ini turut didukung oleh komunitas Jaring Jiwa, Desapreneur Institute dan relawan dari Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya, Malang.

“Selain sebagai bentuk edukasi, peluncuran buku Bring Back The Light ini juga diharapkan menjadi kegiatan fundraising untuk keberlanjutan program konservasi kunang-kunang di Rumah Konservasi Kunang-Kunang,” pungkasnya.(*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #buku #gianyar #kunang-kunang #budaya #peluncuran