BALIEXPRESS.ID- Tragedi menimpa seorang bayi berinisial GAP berusia 10 bulan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Bali.
Bayi ini ditemukan meninggal dunia di kubangan air limbah rumah tangga di rumahnya sendiri pada Sabtu, 8 Juni 2024.
Kejadian memilukan bayi ini pertama kali diketahui oleh kakek korban yang baru pulang dari pasar sekitar pukul 09.30 Wita.
Saat memarkir motor di sebelah selatan rumahnya, tepat di sebelah bak penampungan air limbah, ia melihat cucunya mengapung di dalamnya.
"Seketika kakeknya mengangkat korban dari kolam penampungan air," ungkap Kapolsek Kota Jembrana Iptu Richard Damianus Pengan dikutip dari Radar Bali pada Senin, 10 Juni 2024.
Namun, saat diangkat, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga: Kamar Tabung Mirip Glamping di Kintamani Bali, Chubu Glamping Silancur Suguhkan Pemandangan Juara
Sang ayah yang saat itu sedang tidur di dalam kamar, tidak menyadari anaknya bangun dan merangkak keluar dari kamar.
Diduga, bayi malang ini kemudian keluar menuju penampungan air limbah yang berada di sisi barat rumah.
Hasil olah TKP tim Inafis Polres Jembrana menunjukkan bahwa kolam air pembuangan tersebut tidak memiliki penutup.
Panjangnya mencapai 160 sentimeter, lebar 80 sentimeter, dan kedalaman 154 sentimeter. Diperkirakan, balita mungil ini tenggelam di dalamnya.
Dari pemeriksaan dokter dan tim Inafis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.
“Kejadian ini murni kecelakaan akibat kelalaian dari pihak keluarga. Pihak Keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan saat ini Jenasah korban berada di rumah duka," tegasnya.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan jenazah korban saat ini berada di rumah duka.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk selalu memastikan keamanan anak-anak mereka, terutama bagi yang memiliki balita yang sedang aktif bergerak.
"Jangan sampai lalai ketika memiliki balita yang sedang aktif bergerak," pesan Richard. (*)
Editor : I Made Mertawan