Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gudang LPG di Denpasar Terbakar-Makan 18 Korban, Pertamina Duga Tempat Oplos, Netizen: Karma, Doa Emak-emak Terkabul!

Y. Raharyo • Senin, 10 Juni 2024 | 16:21 WIB
Petugas Damkar ikut jadi korban saat memadamkan kebakaran Gudang LPG di Jalan Cargo Taman Denpasar
Petugas Damkar ikut jadi korban saat memadamkan kebakaran Gudang LPG di Jalan Cargo Taman Denpasar

BALIEXRESS - Sebuah kebakaran hebat melanda Gudang Gas LPG yang merembet ke Gudang Pipa di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Ubung Kaja, Denpasar Utara pada Minggu (9/6) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan 18 orang terluka, dengan beberapa di antaranya mengalami luka bakar serius.

Pihak Pertaminan Patra Niaga pun sudah memastikan bahwa gudang LPG tersebut merupakan ilegal alias bukan agen atau pangkalan resmi.

Kebakaran yang disertai ledakan berulang kali ini sontak menggegerkan warga sekitar. Diduga, kebakaran disebabkan oleh kebocoran gas di Gudang LPG.

Api dengan cepat membesar dan merembet ke gudang pipa paralon yang berada di sebelahnya.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WITA mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena asap pekat dan berbau bahan kimia.

Seorang petugas Damkar Kota Denpasar bahkan terluka saat mencoba memadamkan api.

Kebakaran baru dapat dijinakkan sekitar pukul 11.00 WITA. Akibat peristiwa ini, 18 orang yang merupakan karyawan gudang gas mengalami luka-luka.

"Saat ini 18 korban sedang dirawat intensif di beberapa rumah sakit," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Minggu (10/62/2024).

Dia menjelaskan, delapan orang di antaranya dirawat di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, tiga orang di RS Surya Husada, empat orang di RS Mangusada Badung, dua orang di RS Bali Med Denpasar, dan satu orang di RS Wangaya.

Dugaan Pengoplosan Gas

PT Pertamina Patra Niaga menduga bahwa gudang gas yang terbakar ini merupakan tempat pengoplosan gas LPG subsidi ke tabung nonsubsidi.

Hal ini dikarenakan gudang tersebut bukan agen atau pangkalan resmi Pertamina dan di lokasi kejadian ditemukan tabung gas subsidi 3 kg dan nonsubsidi 12 dan 50 kg.

"Diduga tempat tersebut merupakan tempat praktik pengoplosan," kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Sontak kebakaran gudang LPG yang ditengarai jadi markas pengoplosan LPG subsidi di tengah kelangkaan LPG subsidi atau tabung 3 kg memantik reaksi netizen.

Mereka pun menyinggung kebakaran tersebut sebagai buah dari karmaphalaatau tabur-tuai. Apa yang dia lakukan, akan mendapat balasannya. Mereka menulis di kolom komentar Facebook Bali Express sebagai berikut:

"Doa emak2 terkabul,,menyala wii," kata Luh Sutarini.

"Karmaphala nak cihcih," tandas I Nengah Astana

"Karma," ujar Jeng Bfq Retno

"Doa masyarakat, yang punya tabung 3 kg selalu dikabulkan, Amin," kata Mo Ne

"Yg suka ngoplos smoga menyusul," tandas Anis Merah Cjdw

"Mantap, imbalannya bikin susah orang banyak (cari gas sana sini)," tandas Putu Arini

"Gas lebian oplosan...karme be jani tepuk," ujar Geya Meduza Likegreen

"Padahal ukane prihatin... Tapi buwung be neh (harusnya prihatin, tapi gak jadi dah, red)," kata Rey Dent. ***

 

 

Editor : Y. Raharyo
#OPLOS GAS #denpasar #gudang lpg terbakar #karma #kebakaran #gudang lpg