Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

NAHAS, Satu dari 18 Korban Kebakaran Gudang LPG di Denpasar Tewas, 13 Lagi Dirawat di RS Prof Ngoerah Sanglah

I Gede Paramasutha • Selasa, 11 Juni 2024 | 01:36 WIB
Korban luka terbakar dalam kebakaran gudang LPG di Jalan Cargo Taman I, Denpasar dinyatakan tewas di RS Prof Ngoerah.
Korban luka terbakar dalam kebakaran gudang LPG di Jalan Cargo Taman I, Denpasar dinyatakan tewas di RS Prof Ngoerah.

BALIEXPRES.ID - Kebakaran dahsyat yang melanda Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Ubung Kaja, Denpasar, Bali, pada Minggu (9/6/2024) meninggalkan duka mendalam.

Salah satu dari 18 korban insiden tersebut dinyatakan tewas alias meninggal dunia pada Senin (10/6/2024).

Sejak pagi, pihak keluarga dan kerabat tampak berdatangan untuk menjenguk para korban yang dirawat intensif di Unit Luka Bakar (Burn Unit) RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.

Namun, kabar duka datang sekitar pukul 13.45 WITA. Dokter menyatakan salah satu korban, Purwanto, 40 tahun, telah meninggal dunia.

Suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat Purwanto. Mereka tampak terpukul dan enggan berbicara kepada media saat ditemui Bali Express Jawa Pos Grup.

Kasubag Humas RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, Dewa Ketut Kresna, membenarkan informasi tersebut.

"Korban meninggal bernama Purwanto, berusia 40 tahun, berasal dari Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Ia beralamat sementara di tempat kerjanya (TKP)," ujar Dewa Ketut Kresna.

Purwanto mengalami luka bakar grade 2A-3 dengan tingkat keparahan mencapai 45 persen.

Jenazahnya telah dibawa oleh pihak keluarga menggunakan ambulans menuju rumah duka.

Saat ini, masih ada 13 korban kebakaran Gudang Gas LPG yang dirawat di Unit Luka Bakar RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.

Jumlah ini bertambah dari sebelumnya delapan orang, karena adanya rujukan dari rumah sakit lain.

Biaya perawatan para korban ditanggung oleh keluarga.

"Tingkat luka bakar para korban bervariasi, dari yang terendah 36 persen hingga tertinggi 88 persen. Luka bakar mereka terdapat di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya," ungkap Dewa Ketut Kresna.

Pihak RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah akan menyampaikan perkembangan kondisi para korban secara berkala kepada masyarakat.

Selain di RS Prof Ngoerah, sebelumnya para korban juga dirawat di beberapa RS.

Yakni RS Surya Husada, Ubung Kaja, Denpasar, RS Mangusada Badung, RS Bali Med Denpasar, dan RS Wangaya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat disertai ledakan menggemparkan warga Denpasar pada Minggu (9/6) pagi.

Peristiwa mengerikan ini terjadi di Gudang Gas LPG dan Gudang Pipa yang terletak di Jalan Cargo Taman I, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

Warga sekitar dikejutkan oleh suara ledakan keras yang berulang kali, berasal dari arah gudang LPG pada Pukul 06.10 WITA.

Api dengan cepat merembet ke gudang pipa paralon yang berada di sebelah gudang gas, memicu kepanikan warga.

Petugas pemadam kebakaran segera dihubungi dan tujuh unit mobil pemadam dari Denpasar serta satu unit dari Badung dikerahkan ke lokasi.

Proses pemadaman api terhambat oleh asap pekat berbau bahan kimia yang tebal. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WITA.

Kini penyebab kebakaran gudang LPG ini masih diselidiki Polda Bali.

Pihak Pertamina menyebut bahwa gudang LPG itu bukan agen atau pangkalan resmi dan menduga tempat tersebut melakukan pengoplosan gas subsidi ke tabung nonsubsidi.

Sedangkan Polda Bali mengklaim usaha itu memiliki izin. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #kebakaran gudang lpg #denpasar #gudang lpg terbakar #kebakaran #RS Prof Ngoerah