BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan tragis menimpa sebuah keluarga di Kabupaten Jembrana, Sabtu (8/6).
Pasalnya salah satu anggota keluarga mereka yang baru berusia 10 bulan ditemukan tewas mengapung di dalam bak penampungan air yang belum selesai pengerjaannya.
Bak itu rencananya akan digunakan sebagai septic tank.
Kapolsek Jembrana, IPDA Richard Damianus saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kejadian itu terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 Wita.
Saat itu I Gusti Ngurah Putu Bagus Darma Suryawan,31, ayah korban dan juga pelapor kejadian, mengaku bahwa ia dan bayinya sedang tertidur sesaat sebelum kejadian terjadi.
"Dugaan kami adalah bahwa anaknya terbangun dan keluar dari kamar tidurnya dengan cara merangkak, kemungkinan menuju kolam penampungan air di sisi barat atau sebelah kanan rumah," jelas Kapolsek.
Lebih lanjut, sekitar pukul 09.30 Wita, kakek korban, I Gusti Komang Darmawan,56 yang baru pulang dari pasar, memarkirkan motornya di dekat kolam penampungan air tersebut. Namun, dia terkejut mendapati cucunya sudah terapung di dalam kolam.
"Dengan cepat, kakeknya mengangkat korban dari kolam penampungan air tersebut. Dia kemudian memanggil ayah korban yang masih tertidur di dalam kamar," lanjutnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, ayah korban segera melaporkan insiden ini kepada pihak Kelian Dinas dan Kepolisian. Namun, pihak keluarga menolak dilakukannya otopsi, karena mereka menerima dengan ikhlas bahwa ini merupakan musibah yang telah menimpa keluarga mereka.
Baca Juga: Akses Jalan Jebol Akibat Banjir, Warga Belong Buat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa
Kapolsek menambahakan, peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus juga menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keamanan dalam lingkungan rumah, terutama untuk melindungi anak-anak dari bahaya yang tidak terduga. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana