BALIEXPRESS.ID - Masih ingat kejadian pemukulan wasit dalam turnamen sepakbola Piala Bupati Semarang belum lama ini? Insiden itu sempat viral di Indonesia pasalnya pelaku pengeroyokan terhadap wasit diantaranya adalah pesepakbola profesional yang berkarir di Liga 1.
Terdapat dua pemain profesional yang turun gunung ke laga 'Tarkam' tersebut karena Liga 1 juga sudah usai.
Keduanya adalah Bayu Pradana dan Ilham Zuril Mahendra, dan mereka adalah pemain Barito Putera yang pernah menghajar Bali United 4-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul di Liga 1 musim 2023/2024.
Bayu Pradana pernah menjadi kapten Mitra Kutar hingga ke Barito Putera.
Kini, keduanya pun mendapat skorsing dari Komdis PSSI Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil keputusan, Bayu Pradana dan Ilham Zuril Mahendra mendapat hukuman skorsing berupa tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi PSSI.
Bayu Pradana dihukum 6 bulan, sedangkan Zuril Mahendra selama 4 bulan.
Selain itu, Bayu Pradana wajib membayar sanksi denda sebanyak Rp60 juta. Kemudian Zuril Mahendra sebanyak Rp30 juta.
Hukuman Bayu Pradana lebih berat karena dianggap sebagai pemicu kericuhan tersebut.
Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Siswi Training Asal Buleleng Alami Luka Bakar Karena Sterno Meninggal Dunia
Alhasil wasit yang memimpin dikeroyok oleh pemain dalam laga final yang informasinya bertabur bintang pesepakbola Liga 1 dan Liga 2 tersebut.
Sementara pemain yang paling mendapat atensi adalah Bayu Pradana.
Sosoknya sangat mudah dikenal karena ia merupakan mantan pemain Timnas Indonesia.
Selain itu, ia juga termasuk pemain senior di sepakbola Indonesia.
Bayu sendiri bergabung ke Barito Putera sejak 22 Januari 2019 dari Mitra Kukar.
Di Laskar Antasari, gelandang bertahan ini dikontrak hingga 31 Mei 2025.
Dengan hukuman tersebut, praktis ia tak bisa memperkuat Barito Putera di Liga 1 musim 2024/2025 hingga Desember 2024 mendatang. ***
Editor : Y. Raharyo