BALIEXPRESS.ID-Sebuah konten di media sosial menjadi sorotan warganet di Bali.
Dalam video yang diunggah oleh akun @Putra Erawan via akun @infodenpasarterkini.id, terlihat dua orang tengah membuat konten menakut-nakuti warga yang melintas di jalanan sepi.
Targetnya adalah anak kecil yang berjalan sendirian.
Baca Juga: Bukan Apparel Timnas Indonesia, Inilah Produk Lokal yang Kembali Jalin Kerjasama dengan Bali United
Dalam video yang dibagikan, si pembuat konten yang terdiri dari satu remaja pria dan anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.
Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang masih menggunakan seragam sekolah.
Diduga gadis tersebut baru pulang dari sekolah.
Saat mereka berpapasan, si pembuat konten berhenti dan bertanya kepada gadis kecil tersebut.
Si perekam pun menanyakan kepada gadis kecil itu di mana ada dagang yang menjual daging manusia.
“Dini ade dagang be jeleme,” ujar salah satu pembuat konten dikutip pada Rabu (12/06).
Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya, “Di sini ada yang menjual daging manusia,”.
Sontak saja, gadis kecil itu tampak kebingungan sambil menggelengkan kepalanya.
Raut wajahnya juga tampak ketakutan namun masih berusaha menjawab pertanyaan si pembuat konten.
Namun ketakutan gadis kecil itu tak terbendung saat si pembuat konten menanyakan hal yang tak terduga.
“Mare ukan meli ndas jeleme,” ujar si pembuat konten.
“Baru mau beli kepala manusia,” diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Diduga konten tersebut dibuat di Desa Bonyoh, Kintamani Bangli, Bali.
Sontak saja, mendengar ucapan itu, gadis kecil itu ketakutan dan terlihat menjauhi kedua pembuat konten tersebut.
Video tersebut pun menuai beragam kritikan warganet.
Mereka menyayangkan aksi pemuda pembuat konten yang dapat menimbulkan trauma mendalam untuk si anak.
“Dih jahat banget. Kasihan anak kecil itu pasti ketakutan. Sendiri lagi didatangi 2 cowok lebih gede,” tulis akun @nayjalanjalan.
“Kene ngalih polower kale polon iban ne puyung sing mikir panjang malu,” tulis akun @ida_bagus_ary_dhyana_putra.
Editor : Wiwin Meliana