BALIEXPRESS.ID-Usai viral dan mendapat komentar pedas dari warganet, pembuat konten menakut-nakuti anak kecil di Bali akhirnya meminta maaf.
Dalam video klarifikasi dan permintaan maaf, terlihat pembuat konten itu ternyata ada dua orang.
Satu laki-laki remaja dan satu lagi anak-anak dibawah umur.
Baca Juga: BIKIN TRAUMA! Pemuda di Bali Buat Konten Takut-Takuti Anak Kecil, Tanyakan Penjual Kepala Manusia
Permintaan maaf keduanya diunggah oleh akun @Putra Erawan via akun @infodenpasarterkini.id.
Dalam video yang dibagikan, kedua pelaku pembuat konten menyebut bahwa permintaan maaf yang dilakukan akibat video konten yang dibuat rupanya sempat meresahkan masyarakat di desa tersebut.
“Om Swastyastu, terkait keberadaan video yang beredar di Desa Bonyoh, kami meminta maaf,” ujar salah satu pelaku pembuat video dengan memegang sebuah surat pernyataan, dikutip pada Rabu (12/06).
Baca Juga: Bukan Apparel Timnas Indonesia, Inilah Produk Lokal yang Kembali Jalin Kerjasama dengan Bali United
Pelaku pembuat konten menyebut jika video tersebut dibuat hanya untuk candaan belaka.
Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat yang sempat resah dengan adanya video tersebut.
“Kami minta maaf atas keresahan yang terjadi khususnya di Desa Bonyoh dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar pembuat konten.
Video permintaan maaf itu pun mendapat beragam komentar warganet di media sosial.
“Dadi ben materai 10 tali gen? trauma nak cenik to ngidang ilang ben materai 10 tali? Cang ngelah panak ketiange selidan salam olahraga nasne,” tulis akun @adhi_suarjana.
“Belog ajum, btw kok pakai masker minta maafnya, kena covid pak?” tanya akun @rudirock.
Sebelumnya, sebuah konten menjadi sorotan lantaran memperlihatkan seorang anak kecil perempuan ketakutan lantaran ditanya oleh dua orang laki-laki.
Dalam video terlihat si pembuat konten menanyakan kepada anak gadis itu di mana lokasi warung penjual daging dan kepala manusia.
Sontak saja aksi tersebut membuat anak gadis itu ketakutan dan lari menjauhi kedua laki-laki tersebut.