Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pererat Silahturahmi, De Gadjah Hadiri Peresmian Kantor Sekretariat Yayasan Nurul Hidayah Gelogor Carik

Rika Riyanti • Selasa, 18 Juni 2024 | 16:38 WIB

HADIR: Kehadiran Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat peresmian Kantor Sekretariat dan pemotongan hewan kurban di Musala Yayasan Nurul Hidayah Gelogor Carik Senin (17/6/2024
HADIR: Kehadiran Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat peresmian Kantor Sekretariat dan pemotongan hewan kurban di Musala Yayasan Nurul Hidayah Gelogor Carik Senin (17/6/2024

BALIEXPRESS.ID- Warga Muslim Banjar Gelogor Carik, Desa Pemogan, Denpasar Selatan menyambut kehadiran Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah dengan kaus bertuliskan 'De Gadjah For Bali'.

Kaus bergambar karikatur De Gadjah dan di belakangnya terdapat gambar calon presiden terpilih atau Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut digunakan warga saat peresmian Kantor Sekretariat dan pemotongan hewan kurban di Musala Yayasan Nurul Hidayah Gelogor Carik Senin (17/6/2024).

Baca Juga: Gerindra Bali Bagikan 75 Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Peresmian tersebut bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

 Kepala Yayasan Nurul Hidayah Gelogor Carik, H Asmuri mengungkap, De Gadjah sebagai sosok yang perhatian dan peduli dengan warga Gelogor Carik.

Ia menilai sebagai tokoh masyarakat, anggota DPRD Provinsi Bali terpilih itu tidak pernah membeda-bedakan orang.

 "Pak De sama yayasan sudah kayak saudara. Walau berapa pun yang hadir beliau (De Gadjah) selalu datang. Pak De sangat akrab dengan warga Gelogor Carik," jelasnya sembari menambahkan setiap ada kegiatan De Gadjah selalu mendukung dan membantu. "(Sebanyak) 80 atau 90 persen masyarakat Gelogor Carik bersama De Gadjah. Kemana saja arahnya kami dukung," imbuhnya, terkait nanti arahan jika De Gadjah maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) November mendatang. 

Baca Juga: Peternak Kambing Ini Banjir Pembeli Dari Berbagai Daerah, Sukses Kembangkan Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Terkait Sekretariat Yayasan, H Asmuri menjelaskan peruntukannya selain sebagai wadah kegiatan sosial masyarakat, juga tempat untuk pendidikan anak usia dini.

Kelian Dinas Gelogor Carik, Wayan Budiarta, menekankan kepada semua warganya untuk mengedepankan menyama braya dan gotong royong karena agama semua adalah merah putih di mata Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 "Yang perlu kita tekankan agar semua menjaga tiga poin yakni kita perlu keamanan, kenyamanan, dan kedamaian," tuturnya.

 Ia memuji dengan kehadiran tokoh seperti De Gadjah karena dengan kesibukannya masih sempat hadir di tengah masyarakat meski dalam skup kegiatan kecil sekalipun.

 Bahkan, pria yang akrab disebut Jarot itu menyinggung bahwa memang butuh pemimpin untuk perubahan di Kota Denpasar dan Provinsi Bali.

Baca Juga: Mahalini Curhat Takut Manggung di Bali, Warganet: Bali Bangga Punya Kamu!

"Saya ingin perubahan Denpasar dan Bali," kelakarnya.

Sementara, menanggapi hal itu, Made Muliawan Arya, berterimakasih atas warga Gelogor Carik khususnya dari Yayasan Nurul Hidayah selama ini kepadanya.

De Gadjah yang pernah terpilih dua periode sebagai anggota DPRD Kota Denpasar itu menganggap warga bukan sebagai pendukungnya saja melainkan saudara.

"Terima kasih kepada Nurul Hidayah yang bukan pendukung saya, bukan sebagai konsiderat saya, tapi sebagai saudara-saudara saya yang selalu mendoakan saya sampai detik saat ini hingga ke depannya juga," ujarnya. 

 Baca Juga: Manggung di Sanur Tangisan Mahalini Pecah; Saya Tidak akan Lupa Bawa Nama Bali!

Pihaknya mendoakan agar tetap diberikan kesehatan, rezeki agar bisa saling berbagi, kesabaran menghadapi cobaan dan menghargai satu sama lain.

"Selamat Hari Raya Idul Adha dan selamat diresmikannya Kantor Yayasan Nurul Hidayah," pungkasnya.

 Perbekel Desa Pemogan, I Made Suwirya, mengatakan tradisi di Desa Pemogan sudah dikenal pluralistik, toleran dari beberapa ratus tahun lalu hingga saat ini dinilai tetap lestari dan terjaga.

 "Di mana salah satu dusun di Desa Pemogan merupakan pemeluk agama islam, salah satu bukti kita sudah terbiasa melestarikan sebagai bagian dari membangun tradisi silaturahmi membangun persaudaraan kita antar umat yang ada di Desa Pemogan," ungkapnya.

 Baca Juga: Manggung Pertama Kali Usai Dihujat, Mahalini Ungkap Ketakutan Nyanyi di Bali

 Seperti peresmian Yayasan Nurul Hidayah ini menurutnya merupakan bagian dari menjaga toleransi dengan umat muslim sebagai salah satu warga.

 "Kita mengapresiasi dan memberikan doa restu terkait tempat ini," tutupnya.(ika)

 

Editor : Wiwin Meliana
#warga muslim #gelogor carik #De Gadjah #silahturahmi