BALIEXPRESS.ID - Kebakaran melanda sebuah ruko di Jalan Raya Kuta, Gang Selamat Nimor 6, Kuta, Badung, pada Selasa (18/6).
Api berasal dari lantai tiga ruko tersebut yang diperuntukkan sebagai tempat pembuatan tas rajutan dan kerajinan topi.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, kejadian ini awalnya diketahui seorang wanita bernama Sari Dewi sekitar pukul 11.00 WITA.
Waktu itu, saksi sedang membersihkan kamar yang terletak di lantai dua ruko tersebut.
"Saksi yang sedang bersih-bersih mencium ada bau gosong," ujarnya.
Wanita itu lantas menengok ke lantai III melalui jendela.
Ternyata, terlihat ada kepulan asap di lantai tersebut. Sehingga, Sari pun turun untuk meminta pertolongan sembari berteriak ada kebakaran.
Hanya saja setelah sampai di bawah, wanita ini menjadi lemas dan pingsan.
Teriakan saksi pun didengar oleh pemilik toko elektronik di sekitar TKP bernama Rubaiyah.
Sehingga pemilik toko itu langsung keluar dan melihat ke atas.
Benar saja, ada kobaran api disertai kepulan asap di ruko lantai tiga tepat di depan tokonya.
Sementara itu, seorang karyawan rumah makan soup kepala ikan bernama I Luh Agusti sempat mengira bau gosong yang tercium adalah nasi yang sedang ia masak.
Tapi setelah dicek, ternyata bukan nasinya yang gosong. Kemudian, perempuan itu pun keluar dan melihat ada kepulan asap di TKP.
"Selain kepulan asap ada pecahan kaca dan api yang mulai berkobar dari TKP," tambahnya.
Maka, Luh Agusti berteriak ada kebakaran, sambil menyelamatkan motornya ke tempat yang aman.
Informasi kejadian ini pun diterima oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung.
Tak berselang lama, sebanyak empat unit mobil pemadam tiba di lokasi.
Akhirnya, amukan si jago merah dapat dijinakkan sekitar pukul 13.20 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Belum diketahui berapa nominal kerugian material yang dialami pemilik ruko bernama H Muhamad Rida.
"Adapun yang terbakar adalah lantai tiga ruko dengan rangka kusen beratap asbes, lantai tiga ini diperuntukkan sebagai tempat kerja pembuatan tas rajut dan topi,” ungkapnya.
“Lantai satu tempat menyimpan kerajinan tas rajut masih utuh, dan lantai dua untuk tempat tidur dan dapur juga utuh," imbuhnya.
Benda yang turut terbakar berupa dua mesin jahit listrik, satu spekear bluetooth.
Selain itu, barang kerajinan tas rajut, topi kerajinan, serta kain bahan pembuatan kerajinan.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara kejadian ini dipicu adanya korsleting listrik, mengingat pada saat kejadian tidak ada aktifitas di lantai tiga.
Editor : Nyoman Suarna