BALIEXPRESS.ID - Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 tahun ini tidak hanya diwarnai banyaknya pertunjukan seni dan budaya yang memukau pengunjung, tetapi juga menawarkan stand-stand usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Bali.
Seperti salah satu stand unik Umah Tari yang berada di Gedung Ksirarnawa, Art Center.
Stand ini menyediakan produk seperti peralatan tari-tarian hingga berbagai tapel untuk menari dan bondres, wayang hingga kotak wayang yang berisikan layar dinamo dengan tampilan karakter wayang.
Penduduk Kota Denpasar tak perlu lagi jauh-jauh berburu produk tersebut.
Penjaga stand Umah Tari, Ni Made Erawati menyampaikan, salah satu benda kesenian unik yang dijual yakni Kotak Wayang yang biasanya digunakan untuk upacara pengrorasin atau ngaben.
"Kotak Wayang ini digerakan menggunakan dinamo dan listrik. Untuk mendapatkan gambar wayang, kotak diisi flashdisk. Kotak Wayang ini dijual Rp 2 juta," katanya saat diwawancara Jumat (21/6).
Harga tapel disini dijual mulai dari Rp 100-150 ribu. Sementara itu untuk harga wayang mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta dan rangda dijual Rp 20 juta.
Stand Umah Tari ini sudah dibuka sejak 15 Juni 2024. Hingga saat ini, pengunjung lebih banyak membeli wayang dan tapel. Untuk bahan wayang digunakan dari kulit sementara tapel dibuat dari kayu sandat juga ada yang dibuat dari kayu pule.
"Yang paling diminati tapel seperti tapel bondres, tapel bungkulan, tapel barong, sama wayang juga," ungkapnya.
Seluruh barang kesenian di Umah Tari ini dibuat sendiri di Batuan, Sukawati, Gianyar.
Penjualan di hari pertama pihaknya mengantongi sekitar Rp 4-5 juta perhari, sebab dibukanya stand ini dimulai pada weekend, kemudian hari biasa sekitar Rp 2 juta.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana