BALIEXPRESS.ID-Seorang pemuda melayangkan surat terbuka untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Klungkung.
Melalui akun Tiktok @alitwerdisaputra, pria tersebut mengaku mewakili beberapa pemilik lahan termasuk kakeknya yang tanahnya digunakan untuk mendirikan bangunan bak penampungan air.
Lebih lanjut, Alit Werdi Saputra yang merupakan seorang selebgram itu mengaku bahwa lahan miliknya kakeknya digunakan untuk mendirikan reservoir air sejak tahun 2007 silam.
Lahan tersebut berada di Banjar Tulad Desa Batukandik, Nusa Penida Kabupaten Klungkung.
Alit Werdi Saputra menyebut bahwa selama 17 tahun lahan milik sang kakek digunakan tanpa ada kompensasi apapun alias gratis.
“Emang kita keluarga? Tanah saya dipakai bisnis, menghasilkan uang Milyaran. Saya dapat apa?” ujarnya dalam Bahasa Nusa Penida dikutip pada Sabtu (22/06).
Baca Juga: Jadwal PKB Minggu 23 Juni 2024: Ada Kendang Mebarung, Jangan Lewatkan Pementasan Genjek Karangasem
Lebih lanjut, Alit Werdi Saputra mengaku sebelum akhirnya ia memutuskan membuat surat terbuka itu, pihaknya dan PDAM Klungkung telah menggelar beberapa kali mediasi.
Akan tetapi mediasi yang dilakukan tidak membuahkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Pihak anda mungkin (untung), pihak saya?” tanyanya.
Pihaknya juga menyinggung soal kinerja PDAM Klungkung yang dinilai belum memberikan pelayanan maksimal.
“Bagaimana PDAM bisa memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat, tanah yang dipakai untuk membangun bak saja belum jelas asal usulnya, entah itu minjam, entah itu apapun, entah itu nyerobot,” ujarnya.
Baca Juga: Eks Bali United Reuni di Belanda, Bagikan Foto Bersama Top Skor Sepanjang Masa Liga 1 Indonesia
Di akhir video, pihaknya juga menyisipkan komentar masyarakat Klungkung terkait kinerja PDAM Klungkung.
Warga masyarakat itu mengaku membayar air selalu lancar dan akan dikenakan denda jika terlambat membayar.
Akan tetapi tidak sebanding dengan pelayanan yang didapat.
“Mayah yeh lancar, tiap lambat kena denda, yen yeh mati tre ada ngerunguang, pipa yeh ape kompresor angin doang ne pesu,” ujar salah satu warga.
Baca Juga: Saingan Terberat Kiper Bali United Adilson Maringa di Liga 1 Indonesia Tetap Bertahan di Dewa United
Jika diterjermahkan dalam Bahasa Indonesia berarti, “Bayar air lancar, setiap terlambat akan kena denda, kalau air mati tidak ada yang memperhatikan, pipa air apa kompresor angin aja yang keluar,”.
Editor : Wiwin Meliana