Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lomba Baleganjur PKB ke-46, Duta Kabupaten Badung Bawakan Cerita ‘Wayah’, Bukan Sekadar Gambarkan soal Kematangan Fisik

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 23 Juni 2024 | 21:22 WIB
Sekaa Baleganjur Dewa Ayu, Pura Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran saat tampil dalam lomba baleganjur PKB ke-46 mewakili Kabupaten Badung, Jumat, 21 Juni 2024.
Sekaa Baleganjur Dewa Ayu, Pura Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran saat tampil dalam lomba baleganjur PKB ke-46 mewakili Kabupaten Badung, Jumat, 21 Juni 2024.

BALIEXPRESS - Duta Kabupaten Badung dalam lomba baleganjur PKB ke-46 tampil membawakan cerita dengan judul ‘Wayah’ pada Jumat, 21 Juni 2024.

Dalam penampilan di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center Denpasar, duta Kabupaten Badung diwakili oleh 36 seniman dari Sekaa Baleganjur Dewa Ayu, Pura Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran.

Penata tabuh I Komang Tri Sandyasa Putra, Koreografer  I Wayan Pradnya Pitala, dan Kadek Karunia Artha, Pembina I Kadek Arisoma Linggayona dan I Gede Indra Kusuma.

Cerita berjudul ‘Wayah’ ternyata tidak sembarangan. Sebab bukan sekadar menggambarkan kematangan fisik suatu objek atau makhluk hidup, melainkan juga merujuk pada kedewasaan yang dicapai secara menyeluruh.

Penggunaan kata ini tidak hanya sebagai bentuk pujian, tetapi juga sebagai penghargaan terhadap pencapaian dalam mencapai kematangan batin dan spiritual.

Dalam ungkapan ‘sampun wayah’, terdapat makna mendalam tentang perjalanan dan pertumbuhan yang mengarah pada kedewasaan yang penuh makna juga mencerminkan pengakuan terhadap kebijaksanaan seseorang.

Penerapan konsep tersebut memberikan stimulasi kepada penata untuk memformulasi karyamusik baleganjur atas interpretasi terhadap kata ‘Wayah’.

Komposisi ini disusun dengan teliti, menggabungkan elemen-elemen seperti fondasi gilak dan pola irama yang teratur.

Kemudian menghasilkan karya yang terfokus dan terstruktur dengan baik.

Ritme yang tercipta dari perpaduan ceng-ceng dan kendang memperlihatkan tingkat kecerdasan yang tinggi, sementara melodi dan kolotomik yang terstruktur memberikan kesan keunggulan atas pendewasaan yang tak terbantahkan.

Lirik vokal yang dipadukan dengan visualisasi yang memukau meningkatkan dimensi ekspresi dalam pengalaman mendengarkan komposisi ini.

Karya secara keseluruhan menciptakan pengalaman yang melampaui sekadar ekspresi batin, memungkinkan penikmatnya untuk menyelami keindahan dan kedalaman dari komposisi tabuh baleganjur ini yang layak dianggap sebagai simbol kematangan spiritual atau ‘wayah’.

Penata Tabuh I Komang Tri Sandyasa Putra mengatakan, persiapan sebelum  tampil pada PKB ini, dilakukan sekitar 6 bulan yakni mulai Januari 2024.

Meski dapat tampil maksimal, ia tidak memungkiri terdapat kendala yang dihadapi. Kendala ini terkait dengan waktu latihan.

“Kalau kendala sih kita terkendala waktu latihan, karena kita semuanya pekerja di sektor pariwisata. Jadi kita harus mengatur waktu agar klop kumpul semua. Itupun latihannya baru bisa dilakukan saat tengah malam,” katanya sembari berharap ke depan agar seniman khususnya untuk seniman di Kabupaten Badung, tetap berkarya dengan ikhlas untuk menunjukkan jati diri Badung hebat.

Pada kesempatan sama, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha mengapresiasi penampilan Sekaa Baleganjur Dewa Ayu.

Dalam penampilan ini sekaa baleganjur menampilkan gerakan tabuh baleganjur yang berjudul ‘Wayah’.

Cerita ini disebutkan mencerminkan unsur atau eksperimentasi dari tabuh-tabuh baleganjur dan menuangkan ke dalam makna kehidupan.

“Semoga apa yang sudah ditampilkan, dapat mewarnai pelaksanaan lomba Baleganjur PKB yang ke-46. Tentu kami berharap, duta dari Badung ini dapat mencapai hasil yaitu meraih juara pada PKB tahun 2024,” harapnya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#pesta kesenian bali #baleganjur #badung #pkb