Apa Iya? Tak Mau Lawan Kotak Kosong di Pilgub Bali 2024, De Gadjah Bilang: Ini yang akan Terjadi!
Rika Riyanti• Jumat, 28 Juni 2024 | 01:30 WIB
PILGUB: Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah menanggapi kemungkinan melawan kotak kosang di Pilgub Bali 2024.
BALIEXPRESS.ID - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menanggapi isu tentang kemungkinan akan melawan kotak kosong dalam Pilgub Bali 2024.
De Gadjah menolak gagasan tersebut dan menekankan pentingnya demokrasi yang sehat.
Namun, menurut De Gadjah, hal tersebut bisa saja terjadi, jika PDI Perjuangan bersedia bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang kemudian disebut-sebut sebagai Koalisi Merah Putih.
“Tapi kalau Merah dengan KIM koalisi, ya kotak kosong. Ya kan atur-atur aja yang mana terbaik untuk daerah ini, dia yang maju. Jadi kalau semua damai, pemilihan baik, kan bagus," tegasnya.
De Gadjah juga menekankan pentingnya program-program presiden berjalan dengan baik di Bali.
Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat perlu untuk kesejahteraan masyarakat Bali.
“Jadi kalau semua damai, pemilihan baik, kan bagus,” tandasnya.
Sementara itu, untuk melangkah ke Pilgub Bali 2024, De Gadjah diisukan akan berduet dengan Letnan Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa.
Menurut De Gadjah, keputusan tersebut bergantung pada keinginan masyarakat dan arahan dari pusat.
"Saya serahkan kepada masyarakat ya. Pak Cantiasa itu sangat kompeten, beliau bintang tiga, menguasai teritorial, memahami keamanan, dan juga orang pintar," kata De Gadjah.
Namun, dia menegaskan bahwa penilaian akhir tetap ada pada masyarakat. "Saya serahkan kepada pimpinan di pusat. Dengan siapapun saya dipasangkan, tidak masalah," ujarnya pada Rabu (26/6).
Ia juga menegaskan bahwa hubungan baik dengan Cantiasa sudah terjalin sejak lama, meskipun belum ada pembicaraan khusus terkait Pilgub.
"Saya dengan beliau baik, dari zaman Danrem juga sudah baik. Tapi untuk urusan Pilgub, saya belum ada pembicaraan seperti itu. Karena saya hanya seorang prajurit. Jadi urusan itu ya Pak Presiden terpilih (Ketum Gerindra Prabowo Subianto) yang menentukan," tambahnya.
Sementara itu, sebelum muncul duet Cantiasa-Mulia, sudah beredar paket Mantra-Mulia untuk Pilgub 2024. Terkait kelanjutan paket ini, De Gadjah kembali menegaskan bahwa keputusan akhir akan diserahkan kepada masyarakat dan pimpinan pusat.