BALIEXPRESS.ID – Sebagai salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan pengobatan bagi penderita penyakit jantung dan stroke, RSUD Tabanan akan segera memiliki Catheterization Laboratory (Cath Lab).
Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, Senin (1/7), menyebutkan, Cath Lab ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Sebenarnya bantuan alat ini sudah diberikan oleh Kemenkes sejak tahun 2023. Karena terbentur anggaran penyiapan gedung, alat tersebut baru tiba pada November 2024 mendatang dan bisa segera dioperasikan," jelasnya.
Adapun fungsi dari Cath Lab ini, jelas dr. Sudiarta, pertama untuk penyakit jantung terutama pasien yang mengalami sumbatan dan perlu tindakan pemasangan ring.
Hanya saja, untuk rumah sakit kabupaten, pemasangan ring yang dilakukan hanya untuk grade satu dan dua saja.
Sedangkan fungsi kedua, Cath Lab juga bisa dipakai untuk layanan bagi pasien stroke.
Karena alat ini untuk memperkuat layanan bagi pasien jantung dan stroke.
Ddalam satu hari, diakui dr. Sudiarta, jumlah pasien jantung yang datang ke Poliklinik bisa mencapai ratusan orang.
"Sedangkan yang memerlukan tindakan seperti pemasangan ring rata-rata sepuluh sampai 15 orang pasien dalam sebulan,” paparnya.
Tahun ini Cath Lab harus sudah bisa disiapkan karena termasuk pelayanan prioritas yakni KJSU (Kanker, Jantung, Strok dan Urologi).
Mengenai gedung yang akan digunakan, pihaknya akan memanfaatkan gedung yang sudah ada, lalu memodifikasinya dengan menggunakan dana operasional.
Kebetulan, RSUD Tabanan ada rencana melakukan pembangunan gedung baru.
Selain itu, kesiapan lain yang sudah dilakukan adalah menyiapkan SDM yang memadai, salah satunya adalah dokter dan perawat yang menangani alat ini harus memiliki pendidikan sekitar setahun.
“Untuk pendidikan intervensinya, khususnya dokter jantung, sedangkan dokter syaraf masih dicarikan. Karena dokter syaraf yang sudah ada di RS Tabanan saat ini (tiga dokter) sudah menekuni bidang lain,” tambahnya.
Editor : Nyoman Suarna