BALIEXPRESS.ID – Nama I Made Wijaya menjadi salah satu tokoh masyarakat yang digadang-gadang akan bertarung pada Pilkada Klungkung 2024 mendatang. Ia bahkan dibidik oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
I Made Wijaya sendiri merupakan tokoh asal Nusa Penida, Klungkung, Bali, yang juga seorang pengusaha bergerak di berbagai bidang, salah satunya adalah pariwisata. Ia adalah owner dari Semaya One Fast Cruise yakni jasa transportasi laut sekaligus Semaya Maritime Training Center atau Lembaga pelatihan kerja kapal pesiar.
Mantan anggota DPRD Klungkung itu kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pileh 2019 lalu melalui Partai Golkar. Dan setelah sempat jeda selama beberapa tahun, di tahun 2024 ini namanya kembali mencuat untuk ikut dalam kontestasi politik di Gumi Serombotan.
Sebagai seorang putra Klungkung, Wijaya mengaku memiliki kewajiban untuk ikut membangun Klungkung. Terlebih saat ini menurutnya masih banyak sektor-sektor di Kabupaten Klungkung yang belum dikembangkan secara optimal. Salah satunya sektor pariwisata.
“Contohnya Nusa Penida, banyak banyak fasilitas umum yang kurang. Memang banyak wisatawan yang datang, tapi kebanyakan hanya sehari dan langsung balik sorenya. Istinya Nusa Penida hanya dipakai persinggahan saja,” paparnya.
Padahal menurut dia, untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) para wisatawan dapat menikmati liburan di Nusa Penida selama beberapa hari. Menginap di hotel yang ada, dan makan di restoran yang ada disana.
“Tapi memang karena akomodasi kita juga belum mendukung. Memang ada penginapan menjamur tapi kita harus pastikan standar pelayanan dan kenyamanan tidak diabaikan disana,” sebutnya.
Sebab dirinya ingin membuat Klungkung menjadi Paradise of Bali atau surga yang terakhir dikunjungi wisatawan ketika berwisata ke Bali.
Adapun upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan hiburan atau pertunjukkan pada malam hari, termasuk membuka peluang investor tanpa menghilangkan kearifan lokal yang ada.
“Jadi wisatawan yang datang ke Bali wajib ke Klungkung. Ini tentunya akan menaikkan PAD kita, masyarakat kita bekerja dari sana, dan sudah barang bentu harus ditopang juga oleh pemerintah,” lanjut Wijaya.
Jika Pemkab Klungkung memiliki program One Gate One Destination, Wijaya mengungkapkan jika program One Gate Multi Destination yang lebih tepat untuk diterapkan. “Kita usahakan dari Kusamba bisa ke Nusa Penida, bisa ke Nusa Lembongan. Nanti juga ada digitalisasi untuk wisatawan yang masuk. Ini lah kenapa saya ingin buat Smart Village, jadi kita bisa tahu berapa wisatawan yang datang kesini,” bebernya lagi.
Maka dari itu menurutnya, Kecamatan Dawan harus menjadi penopang wisata Nusa Penida, mengingat pelabuhan berada di Dawan. Sedangkan Kecamatan Klungkung akan lebih dikembangkan pada wisata heritage dengan objek-objek wisata bersejarah. Sedangkan Kecamatan Banjarangkan lebih dikembangkan dalam wisata agro. “Nah ini harus benar-benar ada planning-nya nanti, tidak hanya Nusa Penida saja,” tegas Wijaya lagi.
Serta yang terpenting adalah bagaimana Klungkung dapat mengurangi pengangguran salah satunya dengan cara membekali sumber daya manusianya dengan kemampuan atau skill yang mumpuni. “Sentra-sentra pelatihan juga harus diperbanyak dan tentunya ini harus ada sinergi dengan Pemkab juga,” tandasnya. (*)