Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wakil Ketua DPRD Badung Suyasa Apresiasi Upacara Nyekah, Matatah dan Mapetik di Banjar Blungbang

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 5 Juli 2024 | 15:48 WIB

 

Upacara Nyekah, Matatah atau Potong Gigi, dan Mapetik di Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis (4/7/2024).
Upacara Nyekah, Matatah atau Potong Gigi, dan Mapetik di Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis (4/7/2024).

BALIEXPRESS.ID- Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa menghadiri Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya berupa Upacara Nyekah, Matatah atau Potong Gigi dan Mapetik di Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (4/7/2024).

Suyasa pun mengapresiasi pelaksanaan Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya yang digelar secara massal dan gratis kepada masyarakat di banjar tersebut.

Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya massal ini sudah digelar sebanyak 16 kali sejak 90 tahun lalu.

Suyasa mengungkapkan, apresiasinya kepada pemerintah yang yang selama ini selalu memberi perhatian terhadap kegiatan masyarakat dalam menjaga tradisi, adat, dan budaya.

Baginya pemerintah sudah sepatutnya hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Hal ini menunjukkan jati diri Pemerintah Kabupaten Badung yang selalu memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan tradisi, adat dan budaya. Untuk itu kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk menghargai keberadaan aktivitas masyarakat kita di sini,” ujarnya.

Menurutnya, adat, seni, budaya, dan tradisi merupakan rohnya pariwisata Bali.

Terlebih pendapatan daerah Kabupaten Badung sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata.

Sehingga Suyasa selaku wakil rakyat dan juga merupakan bagian dari pemerintahan Kabuapaten Badung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang melakukan aktivitas-aktivitas dalam rangka menjaga adat, budaya, dan agama di Bali.

Termasuk salah satunya Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya di Banjar Blungbang, Desa Penarungan ini.

“Ini perlu kita apresiasi tinggi, karena ini merupakan yadnya yang utama dan didukung oleh kebersamaan. Ini menunjukkan sikap kegotongroyongan, sikap suka dukanya. Sehingga segala aktivitas berjalan dengan baik, dan dari sisi pembiayaan menjadi lebih murah,” terang Suyasa yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung. 

Di sisi lain, pria yang digadang-gadang maju sebagai calon bupati pada Pilkada Badung 2024 ini melanjutkan, Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya di Banjar Blungbang juga menjadi inspirasi bagi Suyasa dalam mengimplementasikan program Rp1 miliar untuk banjar adat.

Hal ini dalam upaya menjaga adat dan budaya di Kabupaten Badung, jika nantinya Suyasa diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Gumi Keris.

“Ini bagian dari menjaga, menghormati adat dan budaya kita di Bali. Untuk itu saya mengapresiasi tinggi dengan menjalankan program Rp1 miliar untuk satu banjar adat tanpa memandang warna politik, seperti yang dilaksanakan oleh masyarakat di Banjar Blungbang saat ini,” jelasnya.

Ketua Panitia Karya Putu Sika Adi Putra menerangkan, kegiatan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya secara gratis ini dilaksanakan secara rutin lima tahun sekali.

Kegiatan ini sudah berjalan sekitar 90 tahun, dan saat ini sudah pelaksanaan ke-16 kali.

“Untuk jumlah peserta Nyekah diikuti 73 sawa, jumlah peserta upacara Metatah atau potong gigi sebanyak 107 orang, dan untuk upacara Mapetik diikuti 68 orang,” paparnya.

Lebih lanjut Sika berharap, dari kegiatan ini adalah untuk tetap mempertahankan semangat suka-duka krama dalam menjalankan yadnya.

“Dengan program ini, masyarakat bisa diringankan dalam melaksanakan upacara manusa yadnya lan pitra yadnya sehingga tidak ada lagi masyarakat terbebani dalam menjalankan tradisi, adat dan budaya kita,” ucap anggota DPRD Badung terpilih periode 2024-2029 ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Suyasa #pitra yadnya #manusa yadnya #badung