BALIEXPRESS.ID- Mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa resmi mengirup udara bebas pada Jumat (6/7/2024).
Momen I Gede Winasa kembali ke rumahnya sangat ditunggu-tunggu ratusan warga.
Mereka tampak setia menunggu dari malam hingga I Gede Winasa benar-benar tiba di rumahnya di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Jumat malam.
Warga ini tak hanya mereka dari sekitar rumah Winasa. Banyak juga dari pelosok desa di Jembrana.
I Ketut Tirta merupakan salah satu warga Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya yang menanti kehadiran mantan Bupati Jembrana dua periode itu.
Pria berusia 57 tahun ini datang tak sekadar memastikan Winasa benar-benar tiba di rumahnya.
Tirta sengaja datang untuk membayar kaul (sangi) saat ayah Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) itu bebas dari penjara.
Ia bersama warga lainnya sudah menunggu Winasa sejak sekitar pukul 10.00 Wita.
Begitu Winasa tiba, pria yang mengaku sebagai tukang bangunan ini langsung bayar kaul, yakni menggendong Winasa dari pintu gerbang hingga halaman rumah Winasa.
"Saya ke sini untuk mayah sangi (bayar kaul). Kapan Pak De Winasa bebas, akan saya gendong. Saya dengar katanya Pak De hari ini bebas, makanya saya ke sini ke rumah Pak De," ujarnya saat ditemui di rumah Winasa di Tegalcangkring.
Tirta mengaku sendiri sejak dulu mengagumi sosok Winasa. Saat menjadi bupati, Winasa dinilai mampu membuat Jembrana menjadi maju.
"Pak De (Winasa) orang baik. Apa yang dilakukannya demi rakyat Jembrana," terangnya.
Usai membayar kaul, Tirta pun mengaku sangat senang. “Senang sekali, akhirnya saya bisa bayar kaul. Saya doakan Pak Winasa diberikan kesehatan dan kerahayuan,” pungkasnya.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), keluar dari Rutan Kelas II B Negara, Winasa langsung malukat di Pantai Yeh Kuning, Jembrana.
Rombongan Winasa tiba di Pura Segara Yeh Kuning sekitar pukul 19.05 Wita.
Selanjutnya ia melakukan persembahyangan bersama Ipat dan istrinya, sebelum kemudian dilakukan upaca pembersihan diri dengan meyiramkan air berisi bunga oleh pemangku Pura Segara Yeh Kuning.
Selesai malukat, mantan bupati berusia 74 tahun itu baru bergerak menuju rumahnya di Tegalcangkring. (*)
Editor : I Made Mertawan