BALIEXPRESS.ID-Meski mengaku menyukai dan mencintai tajen, namun Manohara blak-blakan tak menyukai tajen Derby atau tarung bebas.
Perempuan yang dijuluki Ratu Tajen itu mengaku lebih suka tajen biasa maupun tajen Branangan.
Baca Juga: Komitmen Masyarakat untuk Pilkada 2024 yang Aman dan Damai
Kepada Wayan Setiawan dalam podcastnya, Manohara mengaku dalam hidupnya ia baru sekali menjadi pekembar di tajen Derby.
“Mano baru sekali aja ngelepas ayam waktu Derby ngelawan pak Haji Madura, waktu itu astungkara menang,” ungkapnya kepada Wayan Setiawan dikutip pada Sabtu (06/07/2024).
Menurutnya, Ia tidak memiliki felling ayam yang akan menang dalam tajen Derby karena ayamnya sama.
Baca Juga: Membangun Generasi Muda Cinta Tanah Air Melalui Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado
“Bahkan Mano gak tahu mana ayam Mano saat di adu,” jelasnya.
Kalau tajen biasa ia mengaku bisa tahu perbedaan ayamnya dari bulu dan juga perawakannya.
Manohara menyebut lebih suka tajen Branangan ketimbang tajen Derby.
Dalam tajen Branangan menurut Mano jenis ayamnya yang diadu bisa berbeda sehingga si bebotoh bisa mempunyai felling.
“Kadang Bangkok sama kancingan yang diadu, jadi kita punya felling,” ungkapnya.
Diketahui Manohara merupakan seorang perempuan Bali yang memiliki hobi unik.
Baca Juga: Manohara Si Ratu Tajen; Sempat Tak Ingin Menikah Namun Dipersunting Anggota Polisi
Ia kerap pergi ke arena Tajen sejak kecil hingga sekarang.
Hobinya metajen rupanya turun dari kakek dan ayahnya yang juga seorang bebotoh terkenal.
Sejak kecil ia sudah kerap diajak ke arena tajen untuk bermain.
Bahkan ia pernah tidak datang ke acara wisudanya karena menjadi pekembar di arena tajen.
Editor : Wiwin Meliana