BALIEXPRESS.ID – Mantan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan selama ini dituduh sebagai sosok yang menjebloskan mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa masuk penjara.
Desas-desus ini menjadi percakapan di dalam ranah politik di Jembrana. Apalagi kalau sudah memasuki musim Pilkada.
Kembang Hartawan kini sebagai ketua DPC PDIP Jembrana. Dalam Pemilu 2024 lalu, dia lolos ke DPRD Bali.
Kembang digadang-gadang akan kembali tarung dalam Pilkada Jembrana 2024 setelah kalah dalam Pilkada 2020 melawan calon koalisi Demokrat, Golkar dkk, Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna.
Menjelang Pilkada Jembrana 2024, I Gede Winasa bebas dari penjara setelah mendekam selama belasan tahun karena tiga kasus korupsi.
Nah, yang menarik adalah ketika Winasa keluar dari penjara, ternyata Kembang merapat ke rumah Winasa. Menjadi sinyal peluang terjadinya paket Kembang dengan Ipat, anak Winasa.
Di tengah kedatangannya ke rumah Winasa saat bebas di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, pada Jumat (5/7/2024) malam, Kembang pun menyinggung desas-desus yang menyebut bahwa dia adalah sosok yang menjebloskan Winasa.
Kembang Hartawan, yang merupakan kawan lama dan teman perjuangan Winasa, menyatakan kebanggaannya atas kebebasan Winasa.
Kembang dan Winasa memang pernah dalam satu perahu, PDIP. Ketika Winasa jadi ketua DPC PDIP Jembrana, Kembang ada wakil ketua. Hingga Winasa dipecat karena mencalonkan diri sebagai calon gubernur Bali pada 2008.
Baca Juga: Seru, 800 Pemancing Ikut Lomba Mancing di Desa Peken Marga Tabanan, Lele Master Seberat 6 Kg!
Berkenaan isu bahwa yang memenjarakan Winasa adalah dirinya, Kembang menegaskan, atas nama pribadi dan keluarga tidak pernah punya niat sedikit pun terlintas di dalam pikirannya (memenjarakan Winasa).
"Saya berani bersumpah tujuh turunan," katanya.
Tidak itu saja, dia pun menyatakan bahwa biarkan nanti kebenaran mencari jalan sendiri.
"Saya percaya apa yang disampaikan pimpinan partai, Satyam Eva Jayate, hanya kebenaran yang menang (berjaya)," ucapnya.
Soal adanya teriakan paket Kembang-Ipat dari warga dan simpatisan Winasa, Kembang mengatakan bahwa itu adalah aspirasi dari warga. Dia mengatakan, aspirasi warga akan disampaikan ke induk partai.
Selaku kader, sambungnya, dirinya harus taat dan patuh terhadap perintah atau instruksi partai.
“Saya akan sampaikan ada aspirasi warga seperti itu. Nantinya tentu induk partai yang menentukan dan memutuskan seperti apa. Partai memerintahkan jalan, saya jalan. Partai memerintahkan diam, saya diam. Saya harus taat dan patuh," tandasnya. ***
Editor : Y. Raharyo