Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Empat Sekolah Dasar di Nusa Penida Tidak Mendapat Siswa Baru pada PPDB 2024: Disidikpora Ungkap Penyebabnya

I Putu Suyatra • Jumat, 12 Juli 2024 | 23:39 WIB

ilustrasi
ilustrasi

BALIEXPRESS.ID - Empat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, tidak menerima siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga setempat yang merantau, mengakibatkan minimnya anak usia SD di sekitar SD Negeri 4 Ped, SD Negeri 2 Kutampi, SD Negeri 3 Kutampi, dan SD Negeri 1 Sekartaji.

“Setiap sekolah tersebut sebenarnya mampu menampung 28 siswa baru pada PPDB tahun 2024,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Klungkung, I Nyoman Sukadana, Kamis (11/7/2024).

Meski tidak menerima siswa baru, Sukadana menegaskan bahwa proses belajar mengajar di empat SD tersebut akan tetap berjalan seperti biasa.

Ini karena masih ada siswa lain yang menuntut ilmu di sekolah-sekolah tersebut.

Penggabungan sekolah atau regrouping juga tidak akan dilakukan untuk empat SD ini.

Sukadana menjelaskan bahwa jarak antara rumah siswa dengan sekolah akan menjadi terlalu jauh jika penggabungan dilakukan, yang berpotensi menyebabkan putus sekolah.

“Kasihan siswa lain yang sudah bersekolah di sana. Nanti jarak rumah mereka dan sekolah akan terlalu jauh jika di-regrouping,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, mengungkapkan bahwa ada enam SD yang rencananya akan diregrouping tahun ini.

SD Negeri 2 Tihingan akan bergabung ke SD Negeri 3 Tihingan, SDN 2 Bakas ke SDN 1 Bakas, dan SDN 2 Negari ke SDN 1 Negari.

Penggabungan ini dilakukan karena jumlah siswa di sekolah-sekolah tersebut di bawah 60 siswa.

"Aturannya, setiap SD minimal harus memiliki 60 siswa," jelasnya.

Namun, masih ada SD di Kabupaten Klungkung dengan jumlah siswa di bawah 60 orang yang tidak bisa di-regrouping karena jarak antara sekolah-sekolah tersebut sangat berjauhan.

Regrouping pada sekolah-sekolah ini berpotensi menyebabkan putus sekolah.

“Kalau SD yang akan kami regrouping tahun 2024 itu lokasinya berdekatan sehingga tidak berpotensi menyebabkan putus sekolah. Kami tidak ingin regrouping menyebabkan putus sekolah,” tegasnya. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#PPBD #bali #sd #klungkung #nusa penida