BALIEXPRESS.ID – Ribuan umat Hindu di Bali memadati pantai pada Minggu (14/7) untuk melaksanakan ritual melukat Banyu Pinaruh. Tradisi tahunan ini menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk mensucikan diri dan memohon pengetahuan setelah Hari Raya Saraswati.
Sejak subuh, pantai-pantai di Bali seperti Pantai Keramas di Gianyar sudah ramai oleh warga yang ingin mengikuti ritual ini. Suasana khusyuk menyelimuti pantai saat para peserta memanjatkan doa dan memercikkan air suci ke tubuh mereka.
Banyu Pinaruh, yang berasal dari kata “banyu” (air) dan “pinaruh” (pengetahuan), memiliki makna yang mendalam bagi umat Hindu.
Ritual ini diyakini dapat membersihkan diri dari segala kotoran dan membawa ketenangan jiwa. Tak hanya itu, Banyu Pinaruh juga menjadi simbol memohon pengetahuan dan kebijaksanaan dari Tuhan.
Salah satu peserta ritual, I Komang Agus Wirawan, mengatakan bahwa dia dan keluarganya datang ke Pantai Keramas sejak jam 6 pagi untuk bersembahyang dan mandi di laut.
“Kami ingin membersihkan diri dari segala kotoran dan memohon pengetahuan serta kekuatan dari Tuhan,” ujarnya.
Melihat membludaknya jumlah pengunjung pantai, puluhan petugas Balawista dan Satuan Polisi Air Udara Polres Gianyar dikerahkan untuk menjaga keamanan. Petugas berjaga di sepanjang pantai untuk memastikan keselamatan para peserta ritual.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menghimbau warga untuk berhati-hati saat berenang karena gelombang tinggi bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di pantai, agar pantai tetap terjaga kebersihannya,” imbuhnya.
Ritual Banyu Pinaruh tidak hanya ramai di Pantai Keramas, namun juga di berbagai pantai lain di Bali.
Di Pantai Tanah Lot, Tabanan, ribuan umat Hindu juga memadati pantai untuk melakukan ritual melukat. Pemandangan serupa juga terlihat di Pantai Pandawa, Nusa Dua, dan pantai-pantai lainnya.
Antusiasme umat Hindu dalam melaksanakan ritual Banyu Pinaruh menunjukkan tingginya nilai spiritual dan tradisi yang masih terjaga di Bali. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Hindu dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unik bagi wisatawan.
Lebih dari sekadar ritual pembersihan diri, Banyu Pinaruh juga menjadi momen refleksi bagi umat Hindu untuk introspeksi diri dan meningkatkan spiritualitas. Ritual ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesucian diri dan pikiran, serta terus belajar dan mencari pengetahuan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Banyu Pinaruh dapat menjadi panduan hidup bagi umat Hindu untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tradisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya pantai, sebagai sumber air kehidupan dan pengetahuan. ***
Editor : Y. Raharyo