BALIEXPRESS.ID - Sebuah helikopter terjatuh di kawasan tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7).
Dari informasi yang telah dihimpun, helikopter tersebut terjatuh diduga akibat terjerat tali layangan.
Berdasarkan video yang beredar di grup media sosial, terlihat helikopter berwarna putih telah berada di sebelah tebing.
Di dalam video tersebut terlihat helikopter terbalik dan bagian baling-baling terlilit tali layangan.
Kepala Dusun Suluban, Wayan Suartana mengatakan, helikopter tersebut terbang dari kawasan GWK.
Helikopter tersebut terbang rendah di atas rumah warga. Kemudian sampai tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 Wita terjatuh.
“Awalnya ada suara patahan mirip ledakan dua kali. Setelah ditelusuri, ada suara brak, ya jatuh di sana,” ujar Suartana.
Ia menduga helikopter tersebut terjatuh setelah terlilit tali layangan.
Sebab terlihat ada tali layangan yang melilit baling-baling.
Namun ia menyatakan, di lokasi tersebut tidak ada yang bermain layangan.
“Yang jelas di lokasi tersebut tidak ada (bermain layangan). Mungkin di tempat lain,” ungkapnya.
Helikopter tersebut terjatuh di lahan milik warga yang akan digunakan sebagai akses jalan.
Menurutnya, helikopter tersebut membawa lima orang penumpang termasuk pilot. Para penumpang merupakan investor yang akan cek tanah.
Kasi Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Alit Juwita, saat dikonfirmasi juga membebarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menyebutkan, helikopter itu terjatuh di Gang Cempaka, Jalan Batu Kandik, Desa Pecatu.
“Helikopter itu jatuh di lahan milik warga. Korbannya investor yang mau cek tanah,” ujar Alit Juwita.
Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab terjatuhnya helikopter.
Hanya saja ia menduga helikopter tersangkut tali layangan ataubterbang terlalu rendah.
Dari informasi yang dihimpunnya, ada dua penumpang yang menjadi korban. Beruntungnya tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka.
“Informasinya korban selamat hanya luka-luka. Sekarang tim Linmas masih di lokasi,” ungkapnya.
Editor : Nyoman Suarna