Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terkait Penganiayaan Petugas Bakamda, Bendesa Adat Kuta Minta agar Pelaku Dibuat Jera

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 20 Juli 2024 | 01:04 WIB
BAKAMDA: Dalam video yang beredar, seorang petugas Bakamda terlihat beberapa kali dipukul pelaku. Terkait hal itu Bendesa Adat Kuta pun beraksi.
BAKAMDA: Dalam video yang beredar, seorang petugas Bakamda terlihat beberapa kali dipukul pelaku. Terkait hal itu Bendesa Adat Kuta pun beraksi.

BALIEXPRESS.ID – Terkait kasus penganiayaan petugas Bakamda di Kuta, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana buka suara.

Dia mengatakan, yang menjadi korban penganiayaan adalah Petugas Bantuan Keamanan Desa Adat (Bakamda) Kuta.

Kejadian tersebut bermula ketika pada Kamis (18/7) dini hari, pelaku melakukan aksi ugal-ugalan di Jalan Bakung Sari, Kuta. Setelah ditegur malahan berujung pada kekerasan.

Komang Alit Ardana, saat dikonfirmasi Jumat (19/7), lebih lanjut memaparkan, aksi pemukulan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

Saat itu ia mengetahui ada seorang pemotor yang melakukan aksi standing atau mengangkat ban depan motornya.

Saat berada di lampu merah yang bersangkutan ditegur oleh Bakamda.

Kemudian adu mulut pun terjadi, hingga pengendara yang diduga berasal dari Buleleng ini dikejar sampai di parkiran Pantai Kuta.

Sampai di lokasi, petugas Bakamda yang datang belakangan langsung dihantam.

Pukulan demi pukulan pun diterima di bagian kepala. Hingga akhirnya terjadi keamaian dan pelaku melarikan diri.

“Bakamda kami tidak terluka parah, tetapi saya yang tidak terima karena itu adalah pengaman milik desa adat,” ucapnya.

“Dia diperlakukan seperti itu oleh orang yang tidak benar. Saya minta itu divisum dan dilaporkan ke polisi agar diamankan,” jelas Alit Ardana.

Baca Juga: TERUNGKAP! Penumpang Helikopter yang Jatuh di Pecatu adalah Investor Asing yang Hendak Cek Lokasi Tanah

Menurutnya, wilayah Kuta sering dijadikan lokasi balap liar sekitar pukul 03.00-04.00 Wita.

Warga sekitar pun sering mengeluhkan aksi nakal dari para pemotor ini. Sebab para warga merasa terganggu saat jam tidur.

“Kami antisipasi lalu kami perintahkan Bakamda untuk mengamankan apabila ada anak-anak muda yang berkumpul dan terindikasi melakukan trek-trekan. Itu perintah saya,” ungkapnya.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihakya meminta Polsek Kuta mengusut tuntas dan menangkap pelaku.

Pihaknya juga akan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang dan institusi desa tidak dilecehkan.

“Saya dengan tegas mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Saya minta kepada Polsek Kuta untuk usut tuntas, tangkap orangnya. Kami akan berikan efek jera agar tidak terus ada kejadian seperti ini. Agar institusi saya tidak dilecehkan oleh orang seperti itu,” tegasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#penganiayaan #bakamda #bendesa adat #efek jera #kuta