Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Mana Tali Layangan Melilit Helikopter hingga Jatuh di Suluban Pecatu? Kepala Dusun Bilang Begini

I Gede Paramasutha • Sabtu, 20 Juli 2024 | 04:15 WIB
Sebuah helikopter terjatuh di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7), diduga karena terlilit tali layangan
Sebuah helikopter terjatuh di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7), diduga karena terlilit tali layangan

BALIEXPRESS.ID - Sebuah helikopter wisata dari Bali Helitour terjatuh di kawasan tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Jumat (19/7/2024), sekitar pukul 14.37 WITA. Padahal helkopter itu baru terbang selama 4 menit.

Dugaan kuat, helikopter itu jatuh karena terlilit tali atau senar layangan yang berukuran besar.

Sebab, pada rotor baling-baling helikopter melilit tali layangan yang ukurannya cukup besar dan cukup kuat.

Namun, di mana helikopter itu terlilit benang layangan? Yang pasti, helikopter itu terbang dari helipad di kompleks wisata Garuda Wisnu Kencana, Ungasan.

Kemudian, helikopter itu jatuh jatuh di tebing pantai Suluban, sekitar 9 kilometer dari lokasi lepas landas.

Apabila ditarik garis lurus, maka helikopter baru terbang melintasi wilayah Ungasan dan Pecatu. 

Made Suarni, seorang warga Suluban, mengatakab bahwa  di kawasan Suluban tidak ada yang menerbangkan layangan saat itu.

Ia menduga tali layangan yang menjerat baling-baling helikopter berasal dari tempat lain.

Kepala Dusun Suluban, Wayan Suartana, menduga helikopter tersebut terjerat tali layangan karena ditemukannya tali layangan yang melilit baling-baling helikopter.

“Tapi di lokasi tersebut tidak ada (bermain layangan). Mungkin di tempat lain,” ungkapnya. 

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengkonfirmasi bahwa penyebab jatuhnya helikopter adalah tali layangan.

Ditjen Hubud telah menerjunkan Inspektur penerbangan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV ke lokasi kecelakaan.

Pihak PT Whitesky Aviation juga telah mengirimkan tim investigasi ke lokasi kejadian.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubud akan melakukan sosialisasi dan pengawasan yang lebih intensif mengenai bahaya layangan, serta berkoordinasi dengan PJ Gubernur dan Kepala Daerah di wilayah Bali untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa helikopter Bell 505 PK-WSP milik PT Whitesky Aviation yang jatuh di Suluban, Pecatu itu mengakibatkan lima orang di dalam helikopter mengalami luka-luka.

Lima korban itu adalah pilot, kru, dan 3 penumpang. Dua di antaranya adalah penumpang asal Australia. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #helikopter jatuh #layangan #pantai suluban #tali layangan #Pecatu