Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WADUH! Kasus DBD di Klungkung Melonjak Tajam di Semester Awal 2024

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 20 Juli 2024 | 19:34 WIB
Dinas Kesehatan Klungkung saat menggelar rapat koordinasi dengan Komisi III DPRD Klungkung.
Dinas Kesehatan Klungkung saat menggelar rapat koordinasi dengan Komisi III DPRD Klungkung.

BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Klungkung mengalami lonjakan signifikan dalam kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Semester I tahun 2024.

Angka kasus DBD pada semester ini melampaui jumlah kasus pada tahun 2022 dan 2023 secara keseluruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, mengungkapkan bahwa penyebab pasti dari lonjakan kasus ini belum diketahui.

Namun, ia menduga adanya siklus lima tahunan yang berperan. Menyadari tren peningkatan ini, Dinas Kesehatan Klungkung mulai mengambil langkah sejak Maret dengan mengeluarkan edaran untuk melakukan abatisasi massal.

"Meskipun demikian, tren kasus terus meningkat," ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan Klungkung, tercatat 52 kasus DBD pada Januari 2024, meningkat menjadi 98 kasus pada Februari, 101 kasus pada Maret, 162 kasus pada April, 281 kasus pada Mei, 102 kasus pada Juni, dan hingga 18 Juli terdapat 89 kasus.

Pada bulan Februari dan Mei, masing-masing tercatat satu kematian akibat DBD. "Jumlah kasus mulai menurun pada bulan Juni. Kami meminta partisipasi masyarakat untuk memberdayakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," tambahnya.

Hingga 18 Juli 2024, total kasus DBD mencapai 885 kasus, jauh melebihi total kasus pada tahun 2022 yang berjumlah 617 kasus dan 699 kasus pada tahun 2023. Lonjakan kasus ini juga menyebabkan peningkatan kegiatan fogging oleh puskesmas.

Tahun lalu, kegiatan fogging dilakukan sebanyak delapan kali, sedangkan tahun 2024 dianggarkan untuk sembilan kali. Namun, dengan lonjakan kasus yang terjadi, kegiatan fogging yang ditingkatkan menjadi 20 kali telah terealisasi sepenuhnya.

 

"Beberapa puskesmas bahkan kehabisan anggaran fogging karena tingginya lonjakan kasus. Namun, belum ada laporan tentang wilayah yang tidak mendapat fogging," jelasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#dinas kesehatan #dbd #Foging #PSN #lonjakan #demam berdarah