BALIEXPRESS.ID - Kelakuan Ghazali tidak patut ditiru. Dia mengancam pedagang nasi goreng jika rasanya tidak enak. Ternyata dia cuma beli Rp12 ribu.
Ghazali datang ke pedagang nasi goreng Andi (25) dan Syaidatunnifa (24) yang mangkal di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, Sabtu (20/7) dini hari.
Dalam kondisi mabuk dia mengoceh dan meminta jaminan nasi goreng yang dipesannya memiliki rasa yang enak.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, Ghazali datang sembari bertanya pukul berapa dagangan tersebut dibuka, hanya saja Andi menjawab bahwa harga nasi goreng Rp 12 ribu.
Ghazali pun marah dan memanggil penjual tersebut. Sehingga, Andi mendekati pelaku, tapi kurang dekat, pelaku suruh mendekat lagi. Setelah itu pelaku bertanya apa saja varian nasi goreng yang ada.
Lalu, dijawab oleh pedagang ada nasi goreng ayam, nasi goreng bakso, hingga nasi goreng kambing. Ghazali malah bertanya lagi "Apa?". Alhasil, pedagang kembali menjelaskan.
"Korban sampai sebanyak tiga kali menjelaskan varian nasi goreng yang ada karena pelaku mengulang-ulang pertanyaannya," ucapnya.
Seakan disengaja, pelaku kembali berkata "Apa?" Sehingga dijelaskan secara pelan-pelan sekali lagi.
Ghazali akhirnya memesan nasi goreng ayam. Pria yang beralamat di Pemogan itu juga turun dari sepeda motor dan mendekati wajan. Dia berkata agar dibuatkan yang enak dan berasa sambil jalan menepuk pundak saksi.
Berikutnya, Ghazali membayar ke Syaidatunnifa Rp 100 ribu sambil bertanya berapa harga nasi goreng spesial, yang dijawab oleh penjual itu Rp 15 ribu dan nasi goreng spesial sudah habis.
Sehingga, korban memberikan kembalian Rp 88 ribu, mengingat harganya Rp 12 ribu.
"Buatin yang enak, pokoknya kalau tidak enak tak bacok kamu le," kata Ghazali dengan nada penuh tekanan dan ancaman.
Dia mengancam sambil mengacungkan benca tajam yang ternyata alat pembuka botol.
Andi tidak hiraukan ancaman itu, yang membuat pelaku memanggilnya lagi dan mengulangi ancamannya.
"Pelaku bilang ke korban silahkan videokan atau bikin laporan, nanti pelaku akan bacok korban dan suaminya," tambahnya.
Setelah itu, makanan pun selesai dan diberikan kepada Ghazali. Pria itu lanjut bertanya apakah makanan itu adalah nasi goreng spesial, yang dijawab korban bukan.
Lantaran nasi goreng spesial sudah habis. Seakan lupa, pelaku mengaku rugi membayar Rp 15 ribu, padahal sebelumnya korban sudah memberikan kembalian Rp 88 ribu sehingga aslinya dia hanya membayar Rp 12 ribu.
Selanjutnya, Ghazali makan nasi goreng tersebut di seberang jalan dan tak lupa melontarkan ancaman akan membacok kalau masakan itu tidak enak.
Kejadian ini mengakibatkan pelapor dan saksi merasa ketakutan dan panik. Di lain sisi video kejadian ini tersebar dan mengundang rasa geram masyarakat terhadap pelaku, sehingga kepolisian didesak untuk menindak tegas pria itu.
Maka dari itu, Polsek Denpasar Selatan menangkap Ghazali. Pria bergaya preman ini kepada polisi mengaku mengancam korban karena emosi sesaat akibat pengaruh miras.
"Alat yang pelaku gunakan mengancam ternyata adalah alat pembuka tutup botol minuman," tandasnya.
Lebih lanjut, Ghazali sempat meminta maaf kepada korban dan korban tidak bersedia melaporkan kasusnya secara resmi kepada polisi. Sebab mereka telah memaafkan pelaku.
Meski begitu, Ghazali saat ini masih diamankan di Polsek Densel untuk proses lebih lanjut oleh kepolisian. ***
Editor : Y. Raharyo